Oke, sejenak saya terdiam. Saya merasa perasaan iri perlahan mulai masuk pelan-pelan. Ya, saya iri. Di sini keadaan saya, secara jujur, adalah sedang sangat tidak baik-baik saja karena saya sedang patah hati akibat diputusin oleh pacar pertama saya. Oke, penekanannya adalah saya tidak punya pengalaman apa-apa dalam masalah putus cinta dong ah. Tentu saja, selain dari teman-teman, saya juga butuh dukungan dan nasihat-nasihat, minimal kata-kata penenangan dari orang yang sudah jauh lebih berpengalaman, lebih bagus lagi kalau sama-sama perempuan. Hal yang membuat saya iri di sini sebetulnya sepele saja, dia masih punya ibu dan saya tidak.
Dalam keadaan saya yang seperti tentu saja saya jadi membayangkan seandainya oh seandainya biu saya masih ada, apa yang akan beliau katakan pada saya ya? Haha. Saya tahu hal seperti ini tidak boleh diungkit-ungkit. Tapi ya, ini hanya sekedar perasaan saya saja.