<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>my ups and downs</title>
	<atom:link href="http://dheasekararum.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dheasekararum.wordpress.com</link>
	<description>laughs, love, life, lesson learned.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 17:36:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dheasekararum.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0b624b81be408ecc248479906ad90db1?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>my ups and downs</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>nemu.</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/nemu/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/nemu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 07:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang beragam hari]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang bersaudara dan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[



foto ini bertanggal 17 Maret 2007


Menemukan foto ini dan entah kenapa ingin memasukkan ke blog hahaha. Ini foto saya dan adik pertama saya, namanya Tya. Di foto ini saya masih berusia 17 tahun (tanggal 25 maret baru berulangtahun ke 18). Adik saya berusia 15 tahun (12 Mei baru berusia 16 tahun). Masih sangat muda belia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=446&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:left;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-medium wp-image-447" title="jaman dulu" src="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/jaman-dulu.jpg?w=300&#038;h=224" alt="jaman dulu" width="300" height="224" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">foto ini bertanggal 17 Maret 2007</dd>
</dl>
</div>
<p>Menemukan foto ini dan entah kenapa ingin memasukkan ke blog hahaha. Ini foto saya dan adik pertama saya, namanya Tya. Di foto ini saya masih berusia <strong>17 tahun</strong> (tanggal 25 maret baru berulangtahun ke 18). Adik saya berusia 15 tahun (12 Mei baru berusia 16 tahun). Masih sangat muda belia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Foto dengan pose super nggak jelas maunya apa.</p>
<p>Pertanyaan: Kalau saya sekarang potong rambut sependek itu lagi bagus nggak ya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
<p style="text-align:left;">
Posted in Tentang beragam hari, Tentang bersaudara dan keluarga  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=446&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/nemu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/jaman-dulu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jaman dulu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang keluarga</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/tentang-keluarga/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/tentang-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 06:44:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang berbagi isi kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang bermacam sumber inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang bersaudara dan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[lesson learned]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[08/11/2009 &#124; 22.17&#124;rumah
*wall-eeeeee ! (bunyi sms masuk)*
&#8220;tell me how does it feel to have a family, would you, please? i think i forgot that feeling..&#8221;
(terdiam, memutuskan tidak membalas apa-apa)
Sebuah sms dari seorang teman (yang sangat) dekat.
Saya juga kurang mengerti kenapa saya tidak membalasnya. Alasan yang paling mudah sih tentu karena mungkin saya juga tidak begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=442&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>08/11/2009 | 22.17|rumah</strong></p>
<p style="text-align:center;">*wall-eeeeee ! (bunyi sms masuk)*</p>
<p style="text-align:center;"><strong>&#8220;</strong><em><strong>tell me how does it feel to have a family, would you, please? i think i forgot that feeling..&#8221;</strong></em></p>
<p style="text-align:center;">(terdiam, memutuskan tidak membalas apa-apa)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah sms dari seorang teman (yang sangat) dekat.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga kurang mengerti kenapa saya tidak membalasnya. Alasan yang paling mudah sih tentu karena mungkin saya juga tidak begitu paham maksud pertanyaannya. Mungkin saya juga merasa tidak cukup kompeten untuk menjawab pertanyaan ini. Mungkin saya sendiri juga tidak pernah menghayati apa rasanya memiliki sebuah keluarga. Mungkin saya juga tidak begitu mengerti yang dimaksud oleh teman saya dengan keluarga itu yang seperti apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah yang dimaksud dengan keluarga itu adalah keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak? Ataukah keluarga besar yang termasuk juga di dalamnya kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, keponakan, dan sebagainya? Ataukah definisi keluarga justru lebih luas lagi? Karena saya bingung, maka saya tidak jawab sms itu.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong>13/11/09| malam| 2 jam di dalam mobil terjebak macet dan hujan deras di daerah Wijaya</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>teman : </strong>hahaha kita terjebak macet dan nyasar gini malah jadi terlibat <em>deep talk </em>gini ya Kak</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>saya : </strong>hahah iya nih norak banget, padahal sebenernya kita ga akrab-akrab banget nih ya. thai boxing mempersatukan kita lah ini mah namanya</p>
<p style="text-align:left;"><strong>teman : </strong>iyanih. ngomonginnya tentang keluarga ini itu segala macem hahaaha</p>
<p style="text-align:left;"><strong>saya : </strong>aneh banget yah mana kita kebelet pipis, gue gapunya pulsa pula</p>
<p style="text-align:left;"><strong>teman : </strong>aduh iya nih kebelet banget, pulsa gue cuma pulsa sms hahaha. Tapi gue butuh nih kak pembicaraan-pembicaraan kaya gini</p>
<p style="text-align:left;"><strong>saya : </strong>becoming twenty ya? hahahha. i think twenty sumthin is just crazy, it&#8217;s kinda freak. but one thing at a time, we just have to take it easy.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>teman : </strong>iya nih, becoming twenty <strong>soon. </strong>Butuh banget pembicaraan kaya gini, biar tahu kalo yang diurusin tuh masih banyak.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>saya : </strong>eh, gue juga taun ini baru 20 lho</p>
<p style="text-align:left;"><strong>teman : </strong>serius? ah, masa sih? lo kelahiran 89 Kak?</p>
<p style="text-align:left;"><strong>saya : </strong>he eh. hehehe.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>teman : </strong>ohh hahaha yayaya. Gue seneng banget nih pembicaraan kaya gini, biar gue tahu bahwa kondisi orang lain tuh ada yang lebih buruk dari gue, jadi gue tuh ga kerjaannya ngeluuuuh melulu. Kaya tadi abis gue denger cerita-cerita lo tadi. Yah emang masih harus banyak belajar sih.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>saya : </strong>yah, tergantung kita liatnya gimana sih.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sekian cuplikan pembicaraan saya dengan seorang teman, lagi-lagi tentang keluarga. Kalau dikaitkan dengan sms teman dekat saya yang sebelumnya itu tentang makna keluarga. Saya jadi bertanya-tanya, sebetulnya yang dimaksud keluarga itu yang seperti apa. Kemudian kalau saya mengingat kembali kata-kata teman saya yang bilang &#8220;biar gue tahu bahwa kondisi orang lain tuh ada yang lebih buruk dari gue, jadi gue tuh ga kerjaannya ngeluuuuh melulu&#8221; saya jadi berpikir.</p>
<p style="text-align:left;">Sangat berpikir.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau yang dimaksud oleh sms teman saya dengan keluarga adalah keadaan dimana terdapat ayah, ibu, dan anak, keluarga saya jelas samasekali tidak utuh. Seorang ayah, dengan 3 anak perempuan, tanpa ibu, jelas tidak utuh kalau dilihat dengan kasat mata. Ibu saya sudah tidak ada sejak saya lulus dari SMA, bertepatan dengan berakhirnya UAN SMA. Sudah 3 tahun lebih lamanya, dan sejak saat itu entah kenapa ayah saya belum menunjukkan tanda-tanda ingin memiliki pasangan lagi. Saya, sebagai seorang anak pertama dari 3 bersaudara perempuan semua, otomatis mengalami perubahan peran sejak saya lulus SMA. Walaupun peran tersebut memang tidak terlalu berubah secara signifikan sih, tapi terasa perbedannya.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong>Lalu muncul pertanyaan<em> : </em><span style="font-weight:normal;"><em>apakah lantas *tsaaaah* hal ini membuat kondisi saya lebih buruk dari teman-teman sebaya saya?</em></span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="font-weight:normal;">Sekali lagi, saya memutuskan untuk menjawab, tergantung kita lihatnya dari mana. </span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="font-weight:normal;">Kalau dari masalah keutuhan keluarga, mungkin saya memang memiliki kekurangan dalam hal itu. Ada banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan dan oleh seorang ibu, tapi nyatanya tidak bisa saya dapatkan dalam keluarga saya. Banyak hal pula yang seringkali harus dilakukan oleh saya, atau justru ayah saya, bahkan harus kami lakukan bersama-sama melibatkan adik-adik saya juga. </span></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><span style="font-weight:normal;">Mungkin teman-teman berpikir, saya tidak punya teman bercerita mengenai hal-hal yang hanya bisa dimengerti oleh sesama perempuan, seperti yang teman-teman bisa lakukan kepada ibu masing-masing. Saya tidak bisa meminta pendapat soal laki-laki yang ada dalam kehidupan saya dari sudut pandang seorang wanita dewasa yang paling mengerti saya. Saya tidak bisa minta pendapat kalau ingin belanja bahan kain, bahan masakan, atau jahit kebaya, beli baju, belanja, dan sebagainya. Saya tidak punya mentor pribadi dalam hal mengurus rumah, misalnya belajar memasak menu-menu baru, mengurus kerapihan rumah, mengurus administratif rumah tangga (hal-hal yang sebagian besar orang anggap sepele di jaman sekarang, namun buat saya masih penting untuk bekal menjadi seorang istri suatu hari nanti). Saya seringkali bingung bagaimana menghadapi adik-adik saya, mulai dari prestasi sekolah, mengambil rapot, mendengarkan mereka curhat, menghadapi emosi remaja mereka, mencoba meningkatkan rasa percaya diri mereka setiap kali mereka menghadapi kesulitan, dan pelajaran-pelajaran hidup lain yang mereka butuhkan untuk tumbuh dewasa.</span></strong></p>
<p style="text-align:left;">Selain hal-hal teknis itu, terkadang ada juga perasaan-perasaan khawatir yang mungkin tidak dimiliki teman-teman yang mempunyai orangtua yang lengkap. Perasaan khawatir terhadap ayah saya yang tidak terbiasa menceritakan perasaan-perasaan maupun kesulitannya kecuali kepada ibu saya. Rasa khawatir yang seringkali berlebihan terhadap rencana pensiun ayah yang tidak kunjung jelas (yah mungkin karena beliau memang tidak terbiasa membicarakannya dengan anaknya). Rasa khawatir yang berlebihan terhadap kesehatan ayah yang tidak kunjung berhenti merokok dan malas berolahraga, sehingga untuk <em>jogging</em> saja harus setengah dipaksa (itu pun belum tentu berhasil). Perasaan tidak cukup berhasil menjadi contoh yang baik ataupun tempat bercerita bagi adik-adik. Dan kekhawatiran lain yang saya sebetulnya juga tahu bahwa seringkali munculnya secara berlebihan.</p>
<p style="text-align:left;"><em>Apakah kondisi itu membuat kondisi saya lebih buruk dari teman-teman sebaya saya?</em></p>
<p style="text-align:left;">Saya kurang setuju. Walaupun kadang keadaan bisa berbeda dengan yang dialami oleh teman-teman saya, saya tahu saya tidak boleh mengeluh, dan memang saya juga tidak ingin mengeluh. Karena mengeluh justru menjustifikasi bahwa keadaannya memang buruk, padahal toh tidak buruk.</p>
<p style="text-align:left;">Saya selalu berusaha memandang posisinya seperti ini, anggap saja saya ini sedang latihan dalam menghadapi kehidupan *tsaaah*. Seperti yang teman-teman tahu, yang namanya kehidupan itu kan semakin lama akan menemui halangan yang semakin riweuh. Dulu, waktu SMP yang dipikir hanya gimana teman-teman bisa dapat nilai ulangan yang bagus atau bisa menang main CS waktu <em>deadmatch </em>lawan teman yang jago, sekarang harus mulai berpikir jenjang karir yang diminati dan menghidupi diri sendiri, belum lagi masalah cari jodoh. Semua itu adalah proses yang bertahap, dimana setiap tahapan memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari tingkat sebelumnya. Namun, di sisi lain, dengan adanya latihan dari pengalaman yang sudah dilewati, disitulah persenjataan dan kemampuan kita juga semakin meningkat. Nah saya ini sedang latihan dengan program latihan yang agak sedikit berbeda dengan teman-teman yang memiliki orangtua yang lengkap. Otomatis, jenis pengalaman dan pelajaran yang didapat mungkin akan berbeda pula.</p>
<p style="text-align:left;">Kalau teman-teman bisa bertanya semua hal yang tadi saya sebutkan di atas itu kepada satu orang (ibu masing-masing), mungkin saya harus berusaha sedikit lebih keras dan mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, misalnya tanya-tanya teman yang lebih berpengalaman, tanya ke orangtuanya teman, tanya ke saudara, tanya ke ayah (dengan cara yang sedemikian rupa), atau ya sok kreatif aja menyelesaikan sendiri. Lagipula, saya merasa banyak hal yang saya dapatkan kok dari pengalaman-pengalaman saya yang seperti ini. Sebelumnya, saya tidak pernah tahu sifat ayah saya itu seperti apa, namun sekarang, kurang lebih saya mulai paham sedikit-demi sedikit. Sebelumnya saya tidak pernah tahu rasanya stres melihat nilai orang lain jelek, sekarang saya bisa tahu rasa cemasnya kalau adik saya dapat nilai jelek. Sebelumnya, saya tidak tahu administrasi rumah tangga, sekarang sedikit-sedikit saya mulai tahu, walaupun belum mampu menerapkan.</p>
<p style="text-align:left;">Sebelumnya, saya selalu menganggap ayah saya adalah pahlawan yang bisa melakukan semua hal, saya tidak pernah tahu bahwa beliau hanya manusia biasa yang bisa bingung juga seperti saya, seorang laki-laki dewasa yang sudah jadi ayah ternyata bisa minta diurusin juga, dan saya yang harus belajar untuk sabar dan mengalah. Walaupun seringkali saya masih sering mengomel dan mengeluh di belakangnya. Selain itu, saya juga jadi bisa (dan harus) tahu dimana ibu saya menyimpan semua perabot rumah tangga, seperti piring, kristal-kristal, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:left;">Perlahan, saya mulai belajar untuk lebih menghargai keluarga. Saya yang dulu tidak peduli dengan ritual keluarga dan selalu menganggap itu hanya bagian dari tradisi keluarga yang sebetulnya tidak penting-penting amat kemudian (harus) belajar untuk melihat lebih dalam apa makna dalam setiap tradisi keluarga tersebut. Saya yang sebelumnya jauh lebih egois dalam berkeinginan, belajar untuk lebih empati (terutama terhadap adik2) dan bersabar dalam pemenuhan kebutuhan pribadi saya dan dunia tidak berputar di sekeliling saya saja. Selalu ada orang lain, dengan kebutuhannya masing-masing.</p>
<p style="text-align:left;">Intinya, saya merasa saya banyak belajar hal-hal yang tidak akan bisa ditemukan dalam <em>text-book </em>kuliah manapun. Pelajaran yang hanya tumbuh dari pengalaman. Sesuatu yang mengajarkan saya untuk selalu berusaha bersyukur seperti apapun keadaannya. Dengan begitu saya percaya bahwa semakin banyak kita bersyukur, entah kenapa sebetulnya semakin banyak yang datang ke kita. Terdengar klise mungkin, tapi yang saya rasakan sih seperti itu. Mungkin semacam <em>self fulfilling prophecy</em>?</p>
<p style="text-align:left;">Selain itu, saya merasa orang-orang di sekitar saya selalu baik sekali sama saya. Saya dikelilingi orang-orang yang mengerti saya, dan sabar menghadapi saya. Keluarga inti saya contohnya, saya tahu, bahwa walaupun kami semua terkesan cuek satu sama lain dan becandaan orang rumah selalu <em>absurd </em>dan aneh, namun masing-masing dari kami memiliki misi untuk berusaha melakukan yang terbaik, dan mengeluarkan yang terbaik dari kami. Entah untuk siapa, mungkin bagi ayah saya, mungkin bagi adik-adik saya, mungkin bagi kita semua, mungkin bagi diri sendiri juga. Saya sendiri merasakan ikatannya semakin kuat antara satu sama lain, saya tidak tahu deh apakah adik-adik saya merasakan hal yang sama atau tidak.</p>
<p style="text-align:left;">Orang-orang yang baik ada di sekitar saya, saya ada di tengah-tengah teman-teman yang sangat menyenangkan, baik di saat susah maupun senang. Saya tergabung dalam PoPS dan SUMA, yang walaupun iklimnya berbeda, namun orang- orang di dalamnya  memberi saya pelajaran-pelajaran yang berharga. Bukan hanya soal teknis, namun juga konsep, dan juga soal hidup. Belum lagi keluarga besar saya, dan orang-orang lain yang nggak bisa saya sebut satu-satu.</p>
<p style="text-align:left;">Setiap keadaan hanyalah variasi bentuk yang ada di dunia. Di luar sana, masih ada teman-teman yang memiliki keadaan yang berbeda-beda dengan saya, dengan usaha yang berbeda-beda pula, lebih sedikit, maupun lebih banyak usaha yang dikeluarkan oleh mereka. Lagi pula sedikit atau banyak itu ukurannya siapa?</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Pada akhirnya, saya bertanya pada diri sendiri, kenapa saya harus merasa tidak utuh? </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ketika saya ditanya bagaimana rasanya memiliki keluarga?</strong> Menurut saya, rasanya ya utuh saja, seperti apapun bentuk keluarga kita. Optimalkan saja apa yang sudah ada, raih kesempatan yang ada, buat kesempatan itu datang, kalau perlu (sebuah kalimat yang sampai saat ini masih saya coba pelajari dan terapkan dalam kehidupan nyata).</p>
<p style="text-align:left;">Mengingat usia saya dan teman-teman saya yang menginjak 20 tahun-an ini, saya hanya ingin bilang, jika kalian punya sebuah keluarga yang lengkap, utuh, dengan kedua orangtua dan adem ayem saja, <em>j</em><em>ust please, <strong>be grateful for that. For not every one of us gets the opportunity to do so. </strong></em></p>
<p style="text-align:left;">with love,</p>
<p style="text-align:left;"><strong>- D! -</strong></p>
<p style="text-align:left;">
Posted in Tentang berbagi isi kepala, Tentang bermacam sumber inspirasi, Tentang bersaudara dan keluarga Tagged: keluarga, lesson learned, life, love <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/442/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/442/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/442/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=442&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/tentang-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelakuan</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/kelakuan/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/kelakuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 03:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang beragam hari]]></category>
		<category><![CDATA[madness]]></category>
		<category><![CDATA[punk'd]]></category>
		<category><![CDATA[toys]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[
Insiden di tengah2 pertunjukan dance+psikusi psikologi UI di piastro 2009

itu jari saya lho.



Setelah membuat beberapa orang bertanya-tanya di twitter (foto ini disebar ke twitter),



itu adalah hasil temuan saya waktu nemenin Hario Iman Setyo, alias Pijo muter-muter Blok M Plaza
Harganya Rp.6000,00 saja di toko semacam valus2 gitu.
Barang yang ini tinggal satu-satunya, jadi saya merasa harus membelinya.
Maaf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=434&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Insiden di tengah2 pertunjukan dance+psikusi psikologi UI di piastro 2009</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_435" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-435" src="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/paku-pakuan.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">terluka!</p></div>
<p style="text-align:center;">itu jari saya lho.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">Setelah membuat beberapa orang bertanya-tanya di twitter (foto ini disebar ke twitter),</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_437" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-437" title="paku-pakuan2" src="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/paku-pakuan21.jpg?w=224&#038;h=300" alt="paku-pakuan2" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">wujud si paku yang menancap</p></div>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_438" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-438" src="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/paku-pakuan3.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">wujud aslinya</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">itu adalah hasil temuan saya waktu nemenin Hario Iman Setyo, alias Pijo muter-muter Blok M Plaza</p>
<p style="text-align:center;">Harganya Rp.6000,00 saja di toko semacam valus2 gitu.</p>
<p style="text-align:center;">Barang yang ini tinggal satu-satunya, jadi saya merasa harus membelinya.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Maaf ya Silmy, Bila, Himsky, Shanna, Davin, Sistha, dan yang lain-lain.</strong></p>
<p style="text-align:center;">ini semua adalah keisengan semata.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>- D! -</strong></p>
<p style="text-align:center;">
Posted in Tentang beragam hari Tagged: madness, punk'd, toys <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=434&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/kelakuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/paku-pakuan.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/paku-pakuan21.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">paku-pakuan2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/paku-pakuan3.jpg?w=224" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Minggu 151109.</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/minggu-151109/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/minggu-151109/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 02:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang beragam hari]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang berbagi sisi melankolis]]></category>
		<category><![CDATA[kekacauan pagi]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Pembicaraan pagi hari di twitter, setelah semalamnya menari dan menyanyi dengan puas di closing Piastro 2009 :
dubidupap : selamat pagi  
DisaTannos @dubidupap : pagi mbak dhea.
mituuuuuun @DisaTannos @dubidupap : pagi cici disa dan mbak dhea
dubidupap : pagi cici @DisaTannos dan mbak @mituuuuuun. selamat kembali di dunia nyata
DisaTannos : 2006, tugas etika tuh soalnya apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=431&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pembicaraan pagi hari di twitter, setelah semalamnya menari dan menyanyi dengan puas di closing Piastro 2009 :</p>
<p><strong>dubidupap : </strong>selamat pagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>DisaTannos @dubidupap : </strong>pagi mbak dhea.</p>
<p><strong>mituuuuuun @DisaTannos @dubidupap : </strong>pagi cici disa dan mbak dhea</p>
<p><strong>dubidupap : </strong>pagi cici @DisaTannos dan mbak @mituuuuuun. selamat kembali di dunia nyata</p>
<p><strong>DisaTannos : </strong>2006, tugas etika tuh soalnya apa ya?</p>
<p><strong>muelita : </strong>pagi mbak @<a href="http://twitter.com/dubidupap">dubidupap</a> mbak @<a href="http://twitter.com/mituuuuuun">mituuuuuun</a> dan cici @<a href="http://twitter.com/DisaTannos">DisaTannos</a>. masih pagi udah etika aja auranya.</p>
<p><strong>mituuuuuun </strong><strong>@DisaTannos :</strong> si amir etis apa engga, sama hubungan moral sama agama kalo gak salah *males ambil binder*</p>
<p><strong>dubidupap @muelita : </strong>aura gue konseling pagi ini.</p>
<p><strong>DisaTannos : </strong>pagi mbak @<a href="http://twitter.com/muelita">muelita</a> dan mbak @<a href="http://twitter.com/mituuuuuun">mituuuuuun</a>. saya besok mau mengasingkan diri dari peradaban selama seminggu, makanya harus dikerjain sekarang.</p>
<p>(jeda sebentar)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>dubidupap @mituuuuuun @DisaTannos : </strong>morning thought : seriously, do you guys don&#8217;t have any attractive male friend to  introduce to me?</p>
<p><strong>mituuuuuun @dubidupap : </strong>hem. mmmmm. ngngng.</p>
<p><strong>dubidupap @mituuuuuun : </strong>that means a NO, doesn&#8217;t it? (sigh)</p>
<p><strong>DisaTannos @dubidupap : <span style="font-weight:normal;">RT @</span><a href="http://twitter.com/mituuuuuun"><span style="text-decoration:none;"><span style="font-weight:normal;">mituuuuuun</span></span></a><span style="font-weight:normal;">: @</span><a href="http://twitter.com/dubidupap"><span style="text-decoration:none;"><span style="font-weight:normal;">dubidupap</span></span></a><span style="font-weight:normal;"> hem. mmmmm. ngngng.</span></strong></p>
<p><strong>mituuuuun @<a href="http://twitter.com/dubidupap">dubidupap</a> : <span style="font-weight:normal;">well. you knew all my (male) friends and i guess you know that you knew all of &#8216;em, and you cant put any interest of &#8216;em i guess.</span></strong></p>
<p><strong>dubidupap @mituuuuuun : </strong>and you know that i get attracted to guy(s) (too) easily. so, who knows? i might get attracted to one of them hahaha.</p>
<p>(jeda sebentar)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>dubidupap : <span style="font-weight:normal;">pagi ini saya agak melankolis dan sendu knp ya? utk menanggulanginya, saya mau mengerjakan tugas saja (terdengar lbh menyedihkan)</span></strong></p>
<p><strong>DisaTannos @dubidupap : </strong>sesungguhnya saya juga mbak dhea, dari semalam tepatnya. kenapa ya?</p>
<p><strong>dubidupap : <span style="font-weight:normal;">rasanya ingin spt @<a href="http://twitter.com/DisaTannos">DisaTannos</a> &amp; @<a href="http://twitter.com/nentii">nentii</a>, seminggu penuh mengasingkan diri ke hutan utk siap2 psycamp. tanpa koneksi internet = damai</span></strong></p>
<p><strong>dubidupap @DisaTannos : </strong>mungkin karena kita tahu layangannya putus, tapi kita gatau harus diapain. mungkinkah?</p>
<p><strong>DisaTannos @dubidupap : </strong>mungkin karena kita berpura2 jadi pihak yang mutusin layangan, padahal sebenernya bukan kita. mungkinkah?</p>
<p><strong>mituuuuuun @dubidupap @DisaTannos :</strong> mungkin karena (menganggap) layangannya sudah (di)putus(kan) makanya jadi agak melankolis.</p>
<p><strong>dubidupap RT @DisaTannos @dubidupap : </strong>mungkin kita berpura2 jadi pihak yg mutusin layangan, padahal sebenernya bukan kita.</p>
<p><strong>dubidupap @DisaTannos : </strong>mungkin kita hanya sekedar kentang2 patah hati.</p>
<p><strong>mituuuuuun : </strong>ngajar jam setengah 10 tapi jam segini masih di depan komputer. saya harus berangkat. semoga sukses dengan pagi ini, @<a href="http://twitter.com/dubidupap">dubidupap</a>, @<a href="http://twitter.com/DisaTannos">DisaTannos</a></p>
<p><strong>mituuuuuun @dubidupap : </strong>yakin masih mau coba2 buat (siapa tau) get attracted sama temen gue? yakin?</p>
<p><strong>DisaTannos @mituuuuuun : </strong>terimakasih bu guru. iya, mungkin aja begitu @<a href="http://twitter.com/dubidupap">dubidupap</a>. *sigh*</p>
<p>(jeda sebentar)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>dubidupap : </strong>mungkin saya harus bikin layangan baru, mungkin saya harus ganti tempat main, mungkin saya tdk butuh layangan sm sekali.</p>
<p><strong>dubidupap : </strong>mungkin saya harus jadi eksportir bawang atau tukang ikan di muara karang saja (dapat untungnya banyak lho, saya pernah baca)</p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Sepertinya semua ini dampak bernyanyi dan menari terlalu semangat mengikuti alunan musik lagu-lagu The Banery malam sebelumnya di closing Piastro. Terutama lagu &#8216;Cemburuisme&#8217; dan &#8216;Dia&#8217;. Belum lagi ditambah-tambah mereka membawakan lagu The Beatles &#8216;Twist and Shout&#8217;. Dilanjutkan di rumah kembali mendengarkan ulang lagu &#8216;Cemburuisme&#8217; sampai tertidur.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Jangan sekali-kali dicoba. Dampaknya berbahaya.</span></strong></p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
Posted in Tentang beragam hari, Tentang berbagi sisi melankolis Tagged: kekacauan pagi, twitter <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=431&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/15/minggu-151109/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang unconsciousness</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/12/tentang-unconsciousness/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/12/tentang-unconsciousness/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 08:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang beragam hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[cuplikan chat log dengan Disa :
Dhea : hmm iyanih gue mulai merasa terganggu deh. Counter productive nih. Lagian, nggak seru aja kan di judge gara-gara tweet lo kan.
Disa : hmm iya sih ya
Dhea : coba deh Dis, gue mau coba nih nggak tweeting atau plurking atau gitu2 selama 2 hari besok
Disa : ahahaha yakin lo?
Dhea [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=426&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>cuplikan <strong>chat log</strong> dengan Disa :</p>
<p><strong>Dhea</strong> : hmm iyanih gue mulai merasa terganggu deh. <em>Counter productive </em>nih. Lagian, nggak seru aja kan di judge gara-gara tweet lo kan.</p>
<p><strong>Disa :</strong> hmm iya sih ya</p>
<p><strong>Dhea :</strong> coba deh Dis, gue mau coba nih nggak tweeting atau plurking atau gitu2 selama 2 hari besok</p>
<p><strong>Disa :</strong> ahahaha yakin lo?</p>
<p><strong>Dhea :</strong> yah biar sehat, tweet gue mulai ga sehat nih. i tweet not merely to express but to impress, and that&#8217;s not good.</p>
<p><strong>Disa :</strong> ok</p>
<p><strong>Dhea :</strong> Oke gue 2 hari ya. Kalo gue melanggar, lo yang tentuin hubungannya deh</p>
<p><strong>Disa :</strong> ha?</p>
<p><strong>Dhea :</strong> astaga maksud gue hukumannya, kenapa gue ngetiknya jadi <strong>HUBUNGANNYA</strong> sih? what is wrong with me??</p>
<p><strong>Disa :</strong> huahahahhahahahahaha</p>
<p>Cuplikan pembicaraan tersebut saya tulis gara-gara baca tulisan smita yang <a href="http://ssaturdaysunday.wordpress.com/2009/10/31/pembicaraan-sore-hari-3/">ini</a>.  Saya jadi ingat pembicaraan saya dengan <a href="http://yangenmeii.blogspot.com/">Disa Tannos</a> melalui media YM. Waktu itu kami bicara mengenai betapa situs-situs microblogging mulai merajahi kami dan membuat kami merasa itu adalah sebuah kebutuhan, dan kami (setidak-tidaknya saya) merasa terganggu dengan hal ini. Kan nggak lucu banget rasanya setiap hari harus <em>tweeting, </em>kalau nggak rasanya ada yang kurang, belum lagi kalau dipikir lagi, kegiatan <em>tweeting </em>yang saya lakukan bisa jadi sangat <em>counter productive </em>di tengah gegap gempitanya tugas dan kepanitiaan dan berbagai acara di bulan November bagi mahasiswa/i fakultas psikologi UI.</p>
<p>Lalu kami membuat sebuah pertaruhan, dalam hal ini, saya, karena sayalah yang paling merasa terganggu dengan kebiasaan <em>tweeting </em>ini, akan berusaha tidak <em>tweeting, </em>atau <em>plurking, </em>selama dua hari penuh. Saya juga tidak diperbolehkan mengganti status YM atau status Facebook. Intinya, saya tidak boleh melakukan kegiatan <em>self disclosure </em>apapun melalui situs <em>social networking</em> apapun. Namun saya masih diperbolehkan melihat2 <em>tweets </em>dari orang-orang maupun <em>plurks </em>dari orang-orang lain.</p>
<p>cuplikan ini dan tulisan Smita sebelumnya semakin meyakinkan saya, bahwa walaupun saya jatuh cinta dengan aliran psikologi  Humanistik, namun yang namanya Psikoanalisa itu tidak bisa ditinggalkan.</p>
<p>Sesuai yang dikatakan Smita , moral of the story:  <strong><em>your unconsciousness is WAY stronger than you could imagined. And it will make sure it’ll find its way out! Ah!</em></strong></p>
<p>omong-omong, saya menang lho taruhannya.</p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
Posted in Tentang beragam hari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/426/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/426/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/426/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=426&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/12/tentang-unconsciousness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>So?</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/12/so/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/12/so/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang berbagi isi kepala]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang berbagi sisi melankolis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[and after all the excitement&#8217;s gone,
i&#8217;m terribly scared.
i need to spill, for i don&#8217;t know what.
i need to weep, for i don&#8217;t know why.

- D! -
Posted in Tentang berbagi isi kepala, Tentang berbagi sisi melankolis       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=421&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">and after all the excitement&#8217;s gone,</p>
<h2 style="text-align:center;">i&#8217;m terribly scared.</h2>
<p style="text-align:center;">i need to spill, for i don&#8217;t know what.</p>
<p style="text-align:center;">i need to weep, for i don&#8217;t know why.</p>
<p style="text-align:center;">
<p><strong>- D! -</strong></p>
Posted in Tentang berbagi isi kepala, Tentang berbagi sisi melankolis  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=421&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/12/so/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ah, Layangannya Putus (?)</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/11/ah-layangannya-putus/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/11/ah-layangannya-putus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang beragam hari]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang berbagi isi kepala]]></category>
		<category><![CDATA[drawings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
- D! -
Posted in Tentang beragam hari, Tentang berbagi isi kepala Tagged: drawings      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=416&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_415" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-medium wp-image-415  " title="s.3.web" src="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/s-3-web5.jpg?w=350&#038;h=244" alt="s.3.web" width="350" height="244" /><p class="wp-caption-text">ah, layangannya putus.</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
Posted in Tentang beragam hari, Tentang berbagi isi kepala Tagged: drawings <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=416&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/11/ah-layangannya-putus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dheasekararum.files.wordpress.com/2009/11/s-3-web5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">s.3.web</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I am from..(Saya adalah dari..)</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/04/i-am-from-saya-adalah-dari/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/04/i-am-from-saya-adalah-dari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 17:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang bertugas]]></category>
		<category><![CDATA[assignment]]></category>
		<category><![CDATA[counseling]]></category>
		<category><![CDATA[self disclosure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[sebelumnya, mari saya jelaskan dahulu bahwa tulisan di bawah ini merupakan tugas saya untuk mata kuliah psikologi konseling. Berikut instruksi tugasnya : 
Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/ penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan penginderaan anda (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=407&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>sebelumnya, mari saya jelaskan dahulu bahwa tulisan di bawah ini merupakan tugas saya untuk mata kuliah psikologi konseling. Berikut instruksi tugasnya : </strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.<br />
Ceritakanlah keadaan diri/ penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan penginderaan anda (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut:</p>
<p>Paragraf 1: makanan favorit<br />
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orang tua<br />
Paragraf 3: tradisi/ kejadian istimewa<br />
Paragraf 4: seseorang yang menarik/ spesial yang anda kenal<br />
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai<br />
Paragraf 6: sesuatu item/ barang spesial yang tidak pernah akan anda berikan kepada<br />
orang lain dan yang akan anda simpan sepanjang masa<br />
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari<br />
Paragraf 8: pemandangan yang selalu anda lihat setiap dalam perjalanan anda ke kampus/<br />
tempat kerja<br />
Paragraf 9: suatu tempat yang ingin anda datangi kembali (misalnya tempat berlibur, mal,<br />
negara lain,dll)<br />
Paragraf 10: sisi positif diri anda<br />
Paragraf 11: sisi negatif diri anda<br />
Paragraf 12: yang anda inginkan dalam hidup</p>
<p><strong>Contoh paragraf 1 dalam bahasa Inggris:</strong></p>
<p>I am from the sweet aroma of cranberry sauce that sits beside soft mashed<br />
potatoes with tender seasoned turkey, and steaming stir-fried vegetables, drizzled<br />
in warm gravy</p>
<p>Saya adalah dari harumnya fish and chips yang membuat perutkeruyukan.<br />
Tekstur ikan halibut yang lembut warnanya yang putih membuat air liur<br />
bercucuran. Ketang goreng yang crispy tetapi digigit lembut di dalam, membuat<br />
pikiran melayang-layang untuk segera menikmatinya.</p>
<p><strong>Contoh paragraf 9:</strong></p>
<p>Saya adalah dari birunya langit yan disinari matahari lembut dan tiupan angin segar di pagi hari di Banff &#8211; suatu kota kecil yang sangat cantik di dalam lembah di antara bukit-bukit hijau. Jalanannya yang bersih dengan pot-pot bunga warna-warni menyentuh hati, memberikan rasa kedamaian dan ketentraman yang mendalam di hati.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span></strong></p>
<p><strong>Ini hasilnya : </strong></p>
<p>Saya adalah dari lembutnya kue tiramisu yang dibuat oleh <em>patissier </em>dengan komposisi adonan yang seksama sehingga bentuknya yang unik pasti akan menggoda siapapun untuk mencicipinya. Paduan coklat yang manis dengan krimnya yang lembut akan membuat lidah siapapun bergoyang saat akhirnya memutuskan untuk mencicipinya. Saat mencicipi pun perlahan akan ditemukan rasa baru, pahitnya taburan bubuk kopi dan segarnya campuran susu yang menambah rasa baru dalam kue tersebut, menghadirkan kombinasi yang tepat untuk dikonsumsi.</p>
<p>Saya adalah dari kemandirian yang ada untuk tidak bergantung kepada orang lain dalam hal apapun. Rasa aman ketika dapat melakukan sesuatu tanpa harus tergantung atas kehadiran orang lain tersebut pada titik-titik tertentu member kepercayaan diri dan ketenangan. Melangkah kemana saja terasa mantap, namun tentu saja tidak dibiarkan terbawa dengan rasa takabur. Perasaan ringan tanpa harus membebani orang lain selama masih bisa dikerjakan sendiri.</p>
<p>Saya adalah dari membuncahnya smangat dan rasa ingin tahu saat menerima kado di hari ulang tahun kita. Melihat bentuk-bentuk yang tersamar dalam warna-warni bungkusnya yang menyenangkan dan semakin menggemaskan untuk dibuka agar segera tahu apa isinya. Lalu tiba saatnya membuka bungkusannya. Saat tangan berhati-hati untuk membuka kertas kado tersebut, selapis demi selapis. Pada robekan pertama mulai menebak apa isinya, namun tidak dapat terburu-buru agar tidak merusak yang ada di dalamnya. Pada robekan berikutnya, kita mulai mengintip apa yang ada di baliknya. Membuat rasa ingin tahu semakin meningkat untuk segera menguak seutuhnya walau terkadang bentuk awal bungkusan dapat menipu mata kita mengenai apa yang sebenarnya ada di dalamnya.</p>
<p>Saya adalah dari kuatnya rasa pantang menyerah (almarhumah) ibu saya. Walaupun terkesan keras dalam bicara dan cenderung temperamental, sbetulnya pesan yang ingin coba ditunjukkan adalah benar halnya dalam menjalankan hidup. Celotehan cerewetnya mengantarkan anak-anaknya mencapai mimpi-mimpi mereka. Sikap paniknya membuat kita semua terhibur walau sempat senewen juga.</p>
<p>Saya adalah dari luruhnya semua rasa dan rahasia ketika bersimpuh di atas sajadah untuk  bersujud di hadapan yang maha kuasa. Ketika itulah kesunyian adalah satu-satunya cara selain doa untuk mengungkap semua emosi dan sesuatu yang tidak dapat disampaikan lewat kata lewat berbagai media. Harapan demi harapan dengan segala kerendahan hati diutarakan kepada yang maha kuasa, saat itulah rasa bebas untuk bercerita, mengeluh, tertawa, bahkan menangis saat di tempat lain hal-hal semacam ini belum tentu dengan bebas dapat dilakukan.</p>
<p>Saya adalah dari heningnya sebuah lembaran foto, yang didalamnya menyimpan begitu banyak cerita. Begitu banyak hal yang tidak bisa disampaikan lewat kata, atau setidak-tidaknya belum mampu untuk disampaikan. Ketika foto menyampaikan cerita dan sejumlah emosi berharga, tanpa harus terlalu banyak berkata-kata. Ketika sebuah lembaran foto tanpa sadar membuat anda kembali mengenang, kembali menguak cerita dan mengungkapkan diri anda, sekali lagi tanpa harus terlalu banyak berkata-kata. Karena sesungguhnya dalam diamnya selembar foto, tersembunyi banyak pula informasi yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Saya juga adalah dari sinar matahari yang selalu hadir di setiap pagi. Mencoba menyapa setiap manusia sambil mengantarkan secercah semangat untuk menjalani hari. Walaupun terkadang dalam keadaan tertentu sinarnya terlalu panas, namun dengan hangatnya ia mencoba untuk meraih semua makhluk, bercengkrama dengan ramah mencari celah untuk menelisip masuk hingga ke balik bayangan-bayangan gelap. Namun, ada pula saatnya sinar matahari harus beristirahat, karena lelah mengelilingi hari dan berganti peran dengan sang bulan.</p>
<p>Saya adalah dari cepatnya laju kereta listrik yang setiap harinya hillir mudik pada jalurnya sendiri. Setiap harinya singgah dari satu tempat ke tempat lain, walau sesungguhnya polanya telah ditentukan. Meski polanya sudah ditentukan setiap harinya, namun petualangan yang dibawa tentu selalu berbeda karena penumpang yang dibawanya berbeda-beda dengan cerita yang beragam pula. Dinamisnya kereta tersebut tidak luput dari usahanya untuk senantiasa memelihara kerendahan hati dan kesederhanaan di dalamnya, saat kereta dengan setia mengantarkan mereka yang berkepentingan mencapai tempat tujuannya, demikian pula saat kereta menyediakan tempat bagi mereka yang membutuhkan rupiah untuk mengisi perut masing-masing, saat kereta menjadi obsever yang baik dan menyajikan potret kehidupan paling actual tentang hiruk pikuk kehidupan kota.</p>
<p>Saya adalah dari indahnya pantai dengan semilir anginnya yang membius. Riak-riak ombak kecil yang dengan riang menyapu bibir pantai seolah-olah membujuk kita untuk bermain-main bersama terlepas dari penatnya diri atas segala kesibukan yang ada di sekitar. Berjalan di atas pasir putihnya dengan kaki telanjang tentu menenangkan dan berbeda dengan rutinitas sehari-hari berlari-lari mengejar bis kota atau duduk dibalik kemudi dan menempuh perjalanan ke tempat kerja. Cuacanya yang terik juga mengajak kita untuk menikmati hari hingga senja dan tiba saatnya untuk memperhatikan tenggelamnya matahari di cakrawala.</p>
<p>Saya adalah dari luasnya rasa ingin tahu dan keterbukaan diri terhadap sesuatu yang baru. Fleksibilitas dalam penerimaan sesuatu yang baru yang mengantarkan manusia ke tempat-tempat baru yang bahkan belum pernah terbayangkan oleh individu itu sendiri. Membuat jantung berdebar dan otak bergrak cepat, kritis dalam menganalisis, sekaligus takjub terhadap segala sesuatunya yang terjadi di sekitar. Mengandung sedikit rasa takut dan berdebar-debar mengingat banyak sekali hal di luar sana yang menunggu untuk disingkap.</p>
<p>Saya adalah dari mengganggunya rasa tidak percaya diri yang seringkali membatasi diri dalam meraih mimpi-mimpi. Kecemasan tidak beralasan dan perasaan ketidakmampuan diri yang membuat orang kemudian menyembunyikan diri dari sesuatu yang mereka sebut diri sendiri. Rasa lemah yang mngecilkan diri sendiri dan tidak berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Membuat rentang antara tempat tujuan dan dimana kita berdiri menjadi semakin jauh dan terhalangi.</p>
<p>Saya adalah dari tidak terdefinisikannya sebuah perasaan bahagia. Saat semuanya terasa cukup, tidak kurang tidak lebih. Saat senyum mengalir dari dalam dada, bersyukur terhadap semua yang ada, tanpa perlu merasa terlalu khawatir tentang hari esok. Rasa ringan saat memandang dan menghadapi segala sesuatu dengan ikhlas. Ketika damainya individu dapat berkata, rintangan selalu ada, oleh karena itu Tuhan ciptakan pula jalan keluarnya, tinggal bagaimana kita mencarinya untuk mencapai bahagia.</p>
<p><strong>jangan pada pingsan ya</strong></p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
Posted in Tentang bertugas Tagged: assignment, counseling, self disclosure <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=407&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/04/i-am-from-saya-adalah-dari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Silly thing(s) to fall for</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/01/silly-things-to-fall-for/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/01/silly-things-to-fall-for/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:39:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang beragam hari]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang berbagi isi kepala]]></category>
		<category><![CDATA[crush]]></category>
		<category><![CDATA[silly things]]></category>
		<category><![CDATA[simple]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Atau, dalam bahasa indonesia, diterjemahkan menjadi &#8216;hal konyol untuk ditaksir&#8217;. 
Teman-teman pernah punya pengalaman naksir atau setidak-tidaknya tertarik dengan lawan jenis karena hal-hal sederhana? Hal-hal yang biasanya bukan merupakan variabel yang penting dalam pertimbangan mencari pasangan; Bukan hal-hal seperti keahlian yang dapat dilakukan oleh lawan jenis tersebut, bukan pula kepintarannya, bukan pula latar belakang pendidikannya, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=403&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Atau, dalam bahasa indonesia, diterjemahkan menjadi &#8216;<strong>hal konyol untuk ditaksir&#8217;. </strong></p>
<p>Teman-teman pernah punya pengalaman naksir atau setidak-tidaknya tertarik dengan lawan jenis karena hal-hal sederhana? Hal-hal yang biasanya bukan merupakan variabel yang penting dalam pertimbangan mencari pasangan; Bukan hal-hal seperti keahlian yang dapat dilakukan oleh lawan jenis tersebut, bukan pula kepintarannya, bukan pula latar belakang pendidikannya, bahkan bukan pula latar belakang ekonomi orangtuanya (yah setidaknya setahu saya hal-hal inilah yang umumnya menjadi pertimbangan kita dalam memilih pasangan, atau setidak-tidaknya untuk <em>naksir </em>dengan lawan jenis).</p>
<p>Hal-hal sederhana yang saya maksud di sini merupakan hal-hal yang sebetulnya sama sekali tidak terpikirkan oleh kita, dan biasanya terjadi begitu saja. Oleh karena itu seringkali merupakan sesuatu yang konyol, nyaris bodoh. Hal-hal serupa seperti yang ada dalam adegan film <em><strong>The Ugly Truth </strong><span style="font-style:normal;">ketika pemeran utama wanita terperangah dan tergelitik sedikit hatinya saat pemeran utama pria memesan &#8216;air keran&#8217; di sebuah rumah makan, yang mana hal tersebut sama seperti kebiasaannya, dan sebelumnya ia selalu dianggap aneh karena mempermasalahkan bahwa memesan air keran pada dasarnya sama saja dengan memesan air mineral dalam kemasan karena air keran sudah melalui proses penyaringan yang menjamin higienitasnya blablablabla dan blablablabla. Hal-hal semacam ini.</span></em></p>
<p><strong>Saya pernah.</strong></p>
<p>Setidak-tidaknya sepanjang yang saya ingat saya pernah mengalami hal semacam ini satu kali. Saya naksir (atau setidak-tidaknya tertarik) pada satu orang laki-laki karena hal yang sangat sederhana, dan ditaksir karena hal yang sangat sederhana (oleh orang yang berbeda, dalam waktu yang berbeda pula). Berikut cerita singkatnya :</p>
<p><em><strong><span style="text-decoration:underline;"># Saya pernah tertarik sama cowok karena ia menuliskan nama panggilan saya dengan ejaan yang tepat.</span></strong></em></p>
<p>Beberapa dari teman-teman saya yang kenal cukup dekat dengan saya mungkin tahu bahwa saya sangat jengkel jika ada orang yang menuliskan nama saya dengan ejaan <strong>&#8216;Dea&#8217; </strong>tanpa huruf <strong>&#8216;H&#8217; </strong>di antara huruf <strong>D</strong> dan huruf <strong>E. </strong>Mungkin bagi kebanyakan orang ini adalah hal yang sepele, namun tidak demikian halnya bagi saya. Bagi saya, nama adalah pemberian orangtua, sehingga harus dihargai. Oleh karena itu, saya juga berusaha untuk selalu menuliskan nama orang lain dengan ejaan yang benar. Saya mungkin bisa paham jika seseorang yang sebelumnya belum pernah melihat ejaan nama saya kemudian menuliskannya dengan kurang tepat, tapi ada juga lho orang-orang yang sudah jelas-jelas tahu seperti apa tulisannya masih saja salah menuliskannya. Bahkan beberapa orang masih tetap salah saat saya sudah terang-terangan bilang <strong><em>&#8220;Dhea ya Mbak, pakai H&#8221;.</em><span style="font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Oke, saya mungkin terdengar neurotik jika membicarakan masalah ini. </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Lalu suatu hari ada seorang cowok yang belum terlalu saya kenal, tepatnya kami baru berkenalan sehari sebelumnya demi sebuah kepanitiaan acara kampus. Saat itu, bagi saya, ia hanyalah senior saya di kampus, dan saya hanyalah mahasiswa baru yang tidak tahu apa-apa dan diajak untuk bergabung ke dalam suatu kepanitiaan. Tidak ada kesan yang spesial bagi saya mengenai cowok itu selain saya pikir orangnya (terlalu) banyak bicara dan penampilannya seperti anak gaul kebanyakan. Sepertinya orangnya seru untuk diajak berbincang lebih lanjut karena ia membuat saya tertawa atas lelucon-lelucon garingnya sore itu. Lalu ia bilang &#8220;<em>besok nama lo berdua gue tulis di pakom ya langsung&#8221;. </em>Saat itu yang ia maksud &#8216;lo berdua&#8217; adalah saya dan teman saya yang justru awalnya diajak bergabung dan baru kemudian mengajak saya. Intinya, saya awalnya hanya embel2 saja.</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-weight:normal;">Keesokan harinya, saya kebetulan bertemu dengan cowok ini saat ia menuliskan nama kami di pakom kepanitiaan. Dia menulis </span>&#8220;Dhea&#8221; </strong>dengan sempurna. Spontan saya tersenyum luar biasa senang entah kenapa. Lalu dengan spontannya berujar <em>&#8220;Haaah! Lo nulis nama guenya beneeeerr! Pakai huruf &#8216;H&#8217;! Seneng deh hehehe&#8221;. </em>Dia hanya tertawa, &#8220;<em>hahahah iya ya? bukannya emang biasanya gitu tulisannya?&#8221;. </em>Lalu saya mengangkat bahu, saya bilang nggak banyak orang yang nulisnya langsung bener seperti itu, apalagi sebelumnya toh dia belum pernah melihat tulisan nama saya.</p>
<p>Saat itulah saya tahu bahwa oke, saya tertarik dengan cowok ini. Bahasa berlebihannya, <em>he has something. </em>Kemudian, saya tidak tahu seperti apa prosesnya, yang jelas saya sangat terkesan dengannya hari itu dan kemudian saya jadi banyak mengobrol dengannya karena kebetulan saya dan dia juga memiliki  kesamaan dalam beberapa hal.</p>
<p>Demikianlah salah satu contoh bagaimana saya bisa semudah itu tertarik dengan orang lain. Walaupun tidak bisa dipungkiri juga bahwa kemudian banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemenarikan diri dari cowok ini. Namun awalnya semua bermula dari penulisan nama yang tepat. Cerita selanjutnya? Hemm saya rasa akan keluar konteks kalau saya tuliskan di sini hehe.</p>
<p><strong><em><span style="text-decoration:underline;"># Ada cowok yang pernah tertarik sama saya karena  saya suka komentar soal gambarnya dan saya meminjamkan pensil mekanik milik saya waktu dia nggak punya pensil </span></em></strong></p>
<p>Nah, kalau cerita yang ini lain lagi. Kejadiannya waktu saya masih duduk di kelas 1 SMA. Cowok ini adalah salah satu dari sekian teman les bahasa inggris saya. Sebetulnya, awalnya saya rasa saya yang tertarik sama cowok ini, karena memang menarik saja di mata, terus tipe cowok yang pendiam lucu gitu, menarik sekali. Selain itu, dia suka menggambar di meja kelas, yah termasuk tindakan vandalisme sih memang, cuma gambarnya sangat menarik dan saya suka curi-curi lihat kalau dia lagi gambar diam gitu tidak menyimak apa yang disampaikan di depan kelas. Sekali waktu saya berkesempatan duduk di sebelahnya dan mengintip gambarnya dan berkomentar <em>&#8220;wah gue suka deh liat gambar lo. menarik!&#8221;. </em>Sudah, interaksi selanjutnya hanya perbincangan mengenai hal-hal yang ada di permukaan, seringkali hanya seputar tempat les itu sendiri. Kalau bertemu juga hanya bertegur sapa saja, tidak ada sesuatu yang signifikan selama kami les.</p>
<p>Saya duduk di sebelah dia hanya dua kali selama kami les berbulan-bulan lamanya. Pertama, waktu saya mengomentari gambarnya. Kedua, waktu sedang berlangsung tes pertengahan tingkat. Pada saat inilah dia terlihat kelimpungan tidak membawa alat tulis. Saya sebagai manusia normal yang juga makhluk sosial, yang juga kebetulan pada saat itu punya alat tulis lebih, akhirnya menyodorkan pensil mekanik milik saya &#8220;<em>nih. pakai aja&#8221;. </em>Demikian, interaksi tatap muka saya memang sangat terbatas. Interaksi selanjutnya, yang juga merupakan interaksi tatap muka yang terakhir antara saya dan dia adalah saat ia mengatakan bahwa ia akan berhenti les, karena ingin konsentrasi ke bimbel untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi (saat itu ia kelas 3 SMA). Ketika ia bilang begitu, saya spontan berkata &#8220;<em>ah serius? yah ga seru dong gabisa ketemu2 lo lagi sambil liatin lo gambar hehehe&#8221;. </em></p>
<p>Kemudian, sudah begitu saja. Saya pun tidak memikirkannya lagi sama sekali, lewat begitu saja selama beberapa bulan setelahnya. Sampai suatu hari ia mengirimkan sms kepada saya, menceritakan bahwa ia sudah punya kampus, menanyakan kabar dan bincang-bincang ringan lainnya. Saya kira ia memang menanyakan kabar semua teman sekelasnya waktu les dulu, tapi ternyata tidak. Kami lalu sms dan sms, sampai suatu hari dia bilang &#8220;<em>lo tau kapan gue mulai merasa tertarik dan enak ngobrol sama lo?&#8221; </em>Saya jelas tidak tahu. Lalu ia bilang <em>&#8220;Gara-gara lo dulu secuek itu, dengan santainya komentarin gambar orang yang lo gak deket2 amat hahaha, terus tau2 sok2an mau pinjemin pensil lagi. kocak banget tau. itu menarik&#8221;. </em></p>
<p>Terus terang saya agak bengong juga dengarnya.</p>
<p>Nah, demikian sedikit cerita dari saya. Hal-hal seperti ini bisa terjadi dan datang kapan saja dan dimana saja. Saat dimana kita justru tidak kepikiran, saat kita lengah dengan perhitungan variabel-variabel yang menjadi tolak ukur dalam mencari tambatan hati, ada aja hal-hal yang ga diduga dan tiba-tiba bisa membuat kita sebegitu terkesannya akan hal-hal kecil yang terlupakan. Lucu memang.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan kalian? Apa kalian pernah memiliki pengalaman yang kurang lebih sama? Saya ingin tahu, karena cerita-cerita seperti ini akan jadi unik sekali. Bagi-bagi cerita ya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
Posted in Tentang beragam hari, Tentang berbagi isi kepala Tagged: crush, silly things, simple <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=403&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/01/silly-things-to-fall-for/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Take the (bloody) risk?</title>
		<link>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/01/take-the-bloody-risk/</link>
		<comments>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/01/take-the-bloody-risk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 14:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dheasekararum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang bermacam sumber inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[risk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dheasekararum.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[I don&#8217;t do reblog actually, but this one is interesting. At least, for me. 
This one came from  Nadia Ikayanti :
&#160;
Our brain&#8217;s got two hemispheres : left and right. We use our left brain to think objectively, focusing on logical/rational analysis, calculation, etc while right brain does its role on imagination, intuition, aesthetics, creativity, and feeling. Everyone&#8217;s got [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=401&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>I don&#8217;t do reblog actually, but this one is interesting. At least, for me. </strong></p>
<p><strong>This one came from </strong><a href="http://www.facebook.com/nadia.ikayanti"><strong> Nadia Ikayanti</strong></a><strong> :</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Our brain&#8217;s got two hemispheres : left and right. We use our left brain to think objectively, focusing on <strong>logical/rational analysis</strong>, <strong>calculation</strong>, etc while right brain does its role on imagination, <strong>intuition</strong>, aesthetics, creativity, and <strong>feeling</strong>. Everyone&#8217;s got their preference in using which part of their brain.</p>
<p>As individuals grow up and get to face this so-called &#8220;Reality&#8221; everyday, they tend to use their left brain while downplaying the right-one. Schools teaching system also got its role on this preference.</p>
<p>SO ANYWAY. . .</p>
<p>Do you remember when you&#8217;re in JHS or HS? Dating is as simple as ABC. You guys like each other and decide to be an item. If you <strong>don&#8217;t feel</strong> like one anymore, then it&#8217;s over. That&#8217;s that. We use our right brain this case</p>
<p>It&#8217;s totally different nowadays. When it comes to our ages now, we use many calculation in choosing partners. <em>Oh she&#8217;s a Ph.D from Oxford, his annual salary&#8217;s IDR 500 mio, he&#8217;s got his own company, I could have a steady life with him, what? her GPA&#8217;s only 2,5?? blah blah</em>.</p>
<p>It&#8217;s definitely not a sin to have those kinda thoughts. I mean, we all know love can&#8217;t pay the bills rite? ;p</p>
<p>But what if it&#8217;s like this :</p>
<p>You waste a good chance with someone that makes you feel comfortable and peaceful just because he/she hasn&#8217;t finished his/her degree? Or you try so hard to stay in a weary relationship with someone who disrespect you for he/she&#8217;s good looking and (probably) got a promising future compared to others?</p>
<p>Can you say &#8220;I&#8217;m happy&#8221; ? Go ask yourself.</p>
<p>We, sometimes, forget to &#8220;listen to our heart&#8221; or (I may define) &#8220;think with our right-brain&#8221;.</p>
<p>Just follow your feeling and intuition</p>
<p><em>. . . and take the bloody risk.</em></p>
<p><em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</em></p>
<p>I responded with this :</p>
<p>I use my corpus callosum which connects both hemispheres to find love (ok i know, i read to much on neuropsychology). Just kidding.</p>
<p>ah senang sekali di-tag! Hahahaha. I would love to take chance on love though, Nad.<br />
Thankyou for the inspiration <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>what about you guys?</strong></p>
<p><strong>- D! -</strong></p>
Posted in Tentang bermacam sumber inspirasi Tagged: love, risk <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dheasekararum.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dheasekararum.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dheasekararum.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dheasekararum.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dheasekararum.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dheasekararum.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dheasekararum.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dheasekararum.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dheasekararum.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dheasekararum.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dheasekararum.wordpress.com&blog=4196760&post=401&subd=dheasekararum&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dheasekararum.wordpress.com/2009/11/01/take-the-bloody-risk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/860744020146a81e3e0833599dc0171f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dheasekararum</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>