Kemarin saya (akhirnya, setelah 2 bulan tidak pergi ke bioskop) menonton sebuah film berjudul Tanda Tanya(?) karya Hanung Bramantyo bersama teman saya, Melita. Sejak awal kemunculan sinopsisnya di beberapa media cetak, saya sudah tertarik untuk menyaksikan film ini, mungkin karena judul yang ia kenakan membangkitkan rasa ingin tahu saya. Dan benar saja, film ini memang… [Read more…]
Setelah kejadian bencana alam gempa yang menimpa Jepang, saya membaca beberapa tweet orang-orang yang berseru #prayforjapan dengan prihatin dan lantang. Saya paham, #prayforjapan dilontarkan orang-orang sebagai wujud rasa prihatin, untuk menunjukkan empati mereka. Saya tidak urus orang-orang yang hanya melontarkannya sebagai wujud konformitas. Mudah-mudahan teman-teman tidak salah kaprah, tapi bagi saya, doa saja tidak cukup.… [Read more…]
#30harimenulis, Day 8: Pagi ini saya baru saja menyaksikan sebuah acara ceramah agama yang disampaikan oleh seorang ustad yang namanya sudah cukup tersohor di negeri kita ini. Selama mendengarkan ada satu kalimat beliau yang membuat saya merasa sangat-sangat prihatin. Beliau berkata, “seorang istri itu harus senantiasa mengenakan jubah sabar-nya, istri adalah pusat keluarga. Seorang istri… [Read more…]
Sebuah paradoks, ketika di satu sisi agama mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dalam menjalankan dan menghadapi segala sesuatunya, namun di sisi lain kita diimbau untuk beribadah dengan iming-iming imbalan surga. Lalu kemudian kita harus berkiblat terhadap apa? - D! -
April 15, 2011
4