“iya terus kan aku ngadu ke mama ya”

Beberapa hari yang lalu ada seorang temen saya yang cerita mengenai cowo ke saya. Situasinya adalah dia sudah putus dengan si cowo ini dan sampai lewat dari 7 bulan ini suasanya di antara dia dan mantannya belum juga santai. Menurut saya itu semua hanya karena mereka satu lingkungan dan sebetulnya mereka masih peduli satu sama lain. Jadi ceritanya, si teman saya ini kesel sama mantannya itu karena si mantan mengomentari gayanya dia dengan nada yang sedikit negatif. Waktu di cerita ke saya itu dia ngomong, “iya, yaudah akhirnya terus kan aku ngadu ke mama ya tentang si X, trus mama bilang blabla..”

Oke, sejenak saya terdiam. Saya merasa perasaan iri perlahan mulai masuk pelan-pelan. Ya, saya iri. Di sini keadaan saya, secara jujur, adalah sedang sangat tidak baik-baik saja karena saya sedang patah hati akibat diputusin oleh pacar pertama saya. Oke, penekanannya adalah saya tidak punya pengalaman apa-apa dalam masalah putus cinta dong ah. Tentu saja, selain dari teman-teman, saya juga butuh dukungan dan nasihat-nasihat, minimal kata-kata penenangan dari orang yang sudah jauh lebih berpengalaman, lebih bagus lagi kalau sama-sama perempuan. Hal yang membuat saya iri di sini sebetulnya sepele saja, dia masih punya ibu dan saya tidak.

Dalam keadaan saya yang seperti tentu saja saya jadi membayangkan seandainya oh seandainya biu saya masih ada, apa yang akan beliau katakan pada saya ya? Haha. Saya tahu hal seperti ini tidak boleh diungkit-ungkit. Tapi ya, ini hanya sekedar perasaan saya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s