Masih banyak hal lain yang harus dilakukan

Posting ini masih berkaitan erat dengan posting-an (curhat )  sebelumnya

Akhir-akhir ini (sumpah, benci banget deh memulai posting-an dengan kata-kata ‘akhir-akhir ini’, kesannya kaya mau pidato) entah mengapa saya banyak sekali menggunakan waktu-waktu saya di malam hari untuk berpikir (atau ngelamun?). Saya juga heran, bagaimana di akhir hari-hari saya yang sudah melelahkan dengan tugas-tugas, perkuliahan, kuis,  tugas di luar akademis yang ber-orientasi uang (hehe), kepanitiaan, dan kegiatan lain saya masih punya waktu dan tenaga untuk memikirkan hal-hal kecil. Sebagian sangat tidak penting untuk saya pikirkan namun sangat mengganggu, namun sebagian sisanya menurut saya cukup penting untuk dipikirkan, untuk kemudian dilakukan. Teman-teman saya bilang hal ini cukup wajar untuk orang-orang yang memasuki usia awal 20-an.

Lewat pikiran-pikiran itu saya jadi menyadari poin-poin penting tentang diri saya, tentang lingkungan saya, dan tentang betapa banyak tugas yang masih harus saya lakukan untuk mencapai diri saya yang seutuhnya, atau minimal, dalam bahasa psikologi, untuk mencapai virtue dari tugas perkembangan saya menurut tahapan perkembangan psiko-sosial Erik Erikson, identity vs. identity confusion. Di buku Papalia (2007), seingat saya disebutkan pada akhir tahapan ini seseorang akan mendapatkan konsep diri yang matang, mengembangkan kemandirian, mampu berpikir tentang orang lain, lebih stabil, dan memiliki hal-hal yang akan ia butuhkan untuk kemudian mencapai tahapan berikutnya intimacy vs. isolation dimana mereka mulai membangun sebuah hubungan yang lebih serius dan persisten dengan orang lain yang nantinya.

Berdasarkan hal tersebut saya menyadari bahwa masih banyak hal dalam diri saya yang masih harus saya perbaiki dan itu menjadi semacam janji saya untuk diri saya sendiri, dan bagi orang lain yang bersangkutan dengan saya. Saya berharap dengan begitu saya bisa menjadi manusia yang lebih baik dan lebih berguna untuk diri saya dan juga orang lain.

1. Saya berharap saya memiliki regulasi emosi yang lebih baik lagi dari sekarang

2. Saya berharap saya bisa menahan diri untuk tidak menceritakan semua perasaan saya begitu saja

3. Saya berharap saya bisa lebih menghargai waktu

4. Saya berharap saya bisa lebih menerima diri saya sendiri dan menghargai diri saya lebih baik

5. Saya berharap saya bisa lebih perhatian dan tidak lupa terhadap hal-hal kecil

6. Saya berharap untuk bisa lebih asertif dalam berkomunikasi dengan orang lain

Untuk sementara segitu dulu, terlihat mudah untuk dituliskan, tapi sangat sulit untuk diterapkan, dan saya masih berusaha untuk meraih itu semua, pelan-pelan saja, dan mungkin juga tidak sempurna, karena saya manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s