Dibalik formalitas minal-minul

Halo semuanya, sebelumnya saya selaku penulis mau mengucapkan dulu kepada semua teman-teman ataupun orang-orang yang (entah kenapa mau) kadang-kadang suka baca-baca atau sekedar main-main ke blog ini,

” SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 H” bagi teman-teman yang merayakan, dan

minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin untuk semuanya.

Menurut teman-teman apa makna tersendiri dari Idul fitri bagi kalian?

Menurut saya Idul Fitri memiliki beberapa arti. Saya mengakui saya memang bukanlah orang yang memiliki komitmen religius yang kuat terhadap agama yang saya anut, bahkan sampai detik ini sebetulnya saya masih mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut soal agama yang saya anut. Namun, walaupun saya masih bolong-bolong dalam melaksanakan shalat 5 waktu, masih melakukan banyak hal yang sebetulnya dilarang oleh agama demi menyenangkan diri saya sendiri, dan sebagainya dan sebagainya, saya memiliki sebuah rasa haru dan semacam kesedihan setiap kali Idul Fitri, karena saya harus berpisah dengan bulan Ramadhan. Rasa haru itu datang tanpa begitu saya pahami alasannya, saya hanya merasa suasana bulan Ramadhan tidak akan saya dapatkan di bulan-bulan lain dan ini membuat saya merasa sedikit kehilangan, karena saya toh tidak tahu apakah saya masih berkesempatan bertemu bulan Ramadhan berikutnya.

Selain perasaan itu, saya memiliki perasaan lain tentang ritual Idul Fitri. Tahu kan pada umumnya orang akan bermaaf-maaf-an di momentum ini. Mulai deh tuh yang namanya sms-sms ucapan lebaran dan mohon maaf bertubi-tubi masuk dan keluar, baik dari orang yang memang sampai sekarang masih deket sama kita, bahkan dari (dan untuk) orang yang udah nggak jelas lagi wujud dan kabarnya setahun sebelumnya. Haha, menurut saya hal ini lucu untuk diperhatikan. Biasanya, yang terjadi justru adalah orang berlomba-lomba untuk mengirimkan sms-sms lebaran yang terlucu, terunik, terbagus, ter-nggak pasaran dan sebagainya dibanding esensi dari maaf-maafan itu sendiri. Saya bisa bilang begini karena saya juga memiliki perasaan seperti itu bung, hey saya kan juga manusia (apa jangan-jangan ini gue doang yang merasa gini ya? hahah).

Buat saya, ini jatohnya jadi semacam formalitas saja. Karena jujur saja, kadang saya memberi maaf atau meminta maaf tapi masih mendongkol di dalam hati, kadang rasa kesal masih ada, kadang saya justru sama sekali tidak peduli karena merasa tidak dekat dengan orang yang saya kirim, bahkan pada titik ekstrem tertentu saya bahkan sudah lupa ‘ini siapa yaaa? temen apa yaaa?’. Oke yang terakhir itu memang agak kasar deh, tapi ya begitulah. Intinya, menurut saya, kadang esensi dari saling memaafkan itu sendiri jadi terlupakan, karena toh apa yang harus dimaafkan kalau kemarin-kemarin pun bahkan tidak berkontak sama sekali?

Tapi, dibalik semua ini ternyata juga ada hal lain yang bisa dipetik. Dibalik semua formalitas sms-sms mohon maaf dan sebagainya itu ada satu hal yang saya perhatikan bisa didapatkan. Menyambung tali silahturahmi, itulah yang terjadi. Walaupun saya tidak begitu mendapatkan esensi dari maaf-memaafkan ini, tapi satu hal yang membuat saya senang adalah dengan adanya ritual ini saya jadi sedikit banyak bisa berhubungan lagi dengan teman-teman SD,SMP,SMA,teman les atau siapa saja yang sudah lama tidak terdengar kabarnya. Teman yang biasanya untuk memulai lagi obrolan jadi bingung mau ngomong apa karena sudah terlalu lama tidak berkomunikasi bisa jadi agak santai dengan awalan “eh maafin ya salah-salah gue hehe..lo apakabar sekarang?” hehe. Lumayan kan? Walau awalnya formalitas dan basa basi, bisa dapet info lagi tentang teman-teman lama. Kadang dengan ritual ini saya juga jadi tahu mana teman-teman saya yang walaupun sedikit masih mau mengingat saya (hey, menyusuri nama-nama di contacts untuk kemudian mengirimkan sms lebaran pake usaha juga loh hehe).

Bagaimana dengan teman-teman? Apa yang teman-teman dapatkan dari Lebaran?

– D! –

2 comments

  1. atrix

    yup disamping formalitas, q lebih suka temu langsung orangnya ketimbang sms. setidaknya untuk yang lebih tua q akan menelepon mereka setidaknya.

    lebaran ini? hmm, banyak hal terjadi .. minal aidin wal faidzin ya dhe ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s