Eksplorasi tanpa henti

Kemarin sore saya pulang dengan Saski (maksudnya saya nebeng sampai Pondok Indah Mall), dan kami mengobrol ini itu, sedikit bergosip di sana-sini dan tentu saja berakhir dengan membicarakan permasalahan percintaan. Saya bertanya pada Saski mengenai kabar percintaannya, lalu dia mengatakan, baik-baik saja. Lalu Saski bertanya kepada saya, dan saya pun menjawab dengan jawaban yang kurang lebih sama, “baik-baik saja”. Lalu tiba-tiba muncul percakapan seperti ini,

Saski : Dhe, Lo diajarin apa di rumah sama orangtua lo?

Dhea : Hah? Ya diajarin banyak lah. Maksudnya dalam hal apa dulu sih ini?

Saski : Ya dalam semuanya, kegiatan, hidup, hubungan percintaan khususnya

Dhea: Hem, masih nggak ngerti

Saski: Lo diajarkan untuk selalu bereksplorasi sementara lo masih muda atau untuk berpegang dan berusaha mempertahankan satu hal? Kalo gue diajarkan untuk selalu bereksplorasi, jadi nggak buang-buang waktu dan selalu cari yang terbaik.

Lalu saya terdiam sejenak, apa nilai-nilai yang selalu diajarkan pada saya seperti apa ya? Kalau dipikir-pikir Bapak dan Ibu saya juga selalu mengajarkan untuk tidak terlalu cepat mengambil keputusan untuk selalu bersama-sama dengan satu orang dan memutuskan bahwa orang itu akan menjadi pendamping hidup saya sampai nanti. Bapak saya juga selalu bilang begitu dan sebetulnya sama sekali tidak apa-apa kalau masih jomblo di usia segini (saya bahkan baru 20 tahun).

Saski kemudian melanjutkan bahwa tidak ada yang salah dengan memiliki sebuah bentuk hubungan romantis dengan seseorang (dalam hal ini berpacaran), yang penting adalah bagaimana kita menempatkan diri kita dalam hubungan romantis tersebut. Disini saya mengakui bahwa saya sempat melakukan kesalahan yang cukup besar dalam hubungan romantis saya yang terdahulu. Sebuah hubungan romantis seharusnya tidak mengikat kedua belah pihak dan seharusnya membuat kedua belah pihak yang terlibat dalam hubungan tersebut berkembang, bukannya justru ada pihak yang mendominasi (tanpa kesengajaan) atau pihak yang tenggelam eksistensinya. Sebuah hubungan harusnya memiliki bentuk komunikasi yang baik sehingga maksud kedua belah pihak tersampaikan dengan baik, tanpa ada yang memendam, dan tanpa ada yang terlalu menuntut. Kedua belah pihak seharusnya tidak membatasi diri dalam bergaul, dan juga tidak membatasi pasangan masing-masing dalam bergaul.

love is all around :)

love is all around :)

Pada waktu itu, saya lupa (atau tidak tahu) dengan hal itu.

Tapi itu dulu, saya tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Keledai aja nggak jatuh dua kali ke lubang yang sama, masa iya saya kalah sama keledai?

Saya belajar banyak hal dalam dua tahun belakangan, dan saya cukup setuju dengan kata-kata Saski. Dulu saya sempat sebel sama temen-temen saya yang kerjaannya gonta-ganti pacar. Saya selalu berpikir orang-orang tersebut tidak bisa berkomitmen dan menganggap komitmen adalah sebuah hal yang remeh. Akhir-akhir ini saya berubah pikiran. Masing-masing dari kita hanya mencoba mencari yang terbaik dengan cara masing-masing. Ada yang tidak takut untuk memutuskan hubungan yang sudah tidak nyaman, ada pula yang menghabiskan waktu untuk berteman dengan sebanyak mungkin orang baru kemudian memutuskan untuk menjadikan salah satunya sebagai pacar. Itu masalah pilihan.

Bagi saya, yang terpenting adalah saya selalu berusaha untuk melalukan yang terbaik dalam setiap hal yang saya lakukan. Jika saya sedang terlibat dalam sebuah hubungan romantis lagi, saya tidak akan mengulangi kesalahan. Sementara itu, dalam waktu jomblo saya ini, saya akan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan eksplorasi seluas-luasnya dan berkenalan dengan sebanyak mungkin orang.

Lagipula saya kurang apa sih?

Temen SMSan? Ada.

Temen diajak jalan? Ada.

Temen curhat? Ada.

Temen ngobrol masalah agak penting? Ada.

Temen nebeng (variabel tidak penting)? Ada.

Lengkap.

Ah, udah ah.  Semuanya dinikmati dan disyukurin aja semua yang ada. Pasti lebih asyik :)

– D! –

3 comments

  1. Disa

    wow ada foto gueee! hahaha *norak*
    gue setuju banget bagian ‘melakukan eksplorasi seluas-luasnya dan berkenalan dengan sebanyak mungkin orang’ :D

  2. dheasekararum

    heheh asik yaaa, ini ceritanya lagi gak mellow makanya begitu otak sedang ada pada tempatnya langsung bikin deklarasi beginian. Ayo Dis, kita nikmati masa mudaaaa :) :) :)

    – D! –

  3. ucucu

    sepakat dhey.. apa yang uda ada sekarang (whatever it is), harus disyukurin.. jangan sampai nanti kita menyesal ketika kehilangan apa yang kita miliki sekarang.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s