Hidup, di mata saya.

Pertanyaan saya tentang hidup  datang ketika saya masih duduk di bangku SMP tingkat akhir, apa benar hidup ini tergantung nasib? Saya selalu bertanya-tanya, kalau hidup sudah digariskan dari sananya (dari Tuhan), maka apa benar orang yang jahat sudah ditakdirkan menjadi jahat? Kalau memang begitu keadaannya, sungguh tidak adil buat dia dong bahwa dia dihujat dan dihukum oleh masyarakat padahal garis hidup yang ditentukan untuknya memang menjadi orang jahat? (seperti apapun definisi orang jahat itu sendiri). Lalu bagaimana pula dengan nasib orang-prang yang hidup di bawah garis kemiskinan dan sengsara selama hidupnya? Apakah benar bahwa memang ada orang yang ditakdirkan menjadi kaya dan bahagia, lalu ada orang-orang yang sepanjang hidupnya hidup di bawah garis kemiskinan?

Biasanya saya berhenti pada suatu titik, karena untuk yang satu ini entah kenapa saya tahu jawabannya tidak akan saya dapatkan.

Ada yang bilang hidup kita bukan tergantung pada nasib, namun justru nasib yang bergantung pada kemauan kita menjalankan hidup itu sendiri. Dalam Islam, salah satu dari 6 rukun iman adalah percaya kepada Qada dan Qadar, atau takdir kecil dan takdir besar. Jadi sebetulnya nasib bisa diubah?

Saya tidak tahu bagaimana detail dari semua itu, yang jelas, hidup bagi saya adalah suatu kesempatan, dalam artian sempit, kita adalah manusia-manusia yang berhasil terlahir untuk ‘mencicipi’ dunia dari sekian banyak sel sperma yang berusaha membuahi indung telur dalam rahim, berarti kita adalah yang terpilih. Terpilih untuk apa? Entahlah. Bagi saya, setiap makhluk hidup ada di dunia ini dengan suatu tujuan, bukan sebuah kebetulan.

Mengenai nasib dalam hidup, bisa diubah atau tidak? Saya juga kurang tahu.

Saya membayangkan hidup seperti buku cerita yang kamu harus pilih sendiri alur ceritanya, tau nggak buku cerita itu? Jenis buku cerita anak-anak yang meminta kita untuk memilih, dengan aturan jika-maka. Jika kamu ingin begini, maka pergi ke halaman ini, jika kamu ingin begitu bukalah halaman ini, begitu. Kita  yang memilih petualangan kita sendiri. Hidup juga seperti itu. Sama seperti pendapat saya mengenai jodoh yang bukan hanya 1, nasib juga begitu. Nasib, atau jodoh, atau beberapa hal lain yang berkaitan (umur seseorang, dsb) memang sudah ditentukan, tapi bukan hanya satu. Ada beberapa kemungkinan-kemungkinan yang sudah Tuhan siapkan untuk kita, tergantung kita yang memilih.

Pilihan mana yang paling efektif, optimal, menguntungkan, dan sebagainya.

Bedanya dengan buku cerita, kita nggak bisa curang untuk mengintip akhirnya.

(Terinspirasi setelah membaca pendapat nik.e di blognya, tentang hidup, yang mana mengingatkan saya sendiri tentang pendapat saya tentang hidup)

– D! –

3 comments

  1. nikenike

    wow, terimakasih udah mengingatkan tentang qada dan qadar. sudah lama sekali nggak terpikir atau pernah membahas tentang takdir dalam Islam..iya, aku juga percaya kalo setiap manusia dilahirkan dengan tujuan masing-masing, baik buat dirinya, Tuhannya dan sesamanya :)

  2. dheasekararum

    @Ania : aku sendiri juga masih kurang paham tentang mekanisme konsep jodoh Nya (well, memang siapa yang bener2 ngerti?). Kalo kamu berpendapat jodoh itu cuma ada satu, ya itu memang masalah keyakinan. Gue sendiri percaya bahwa di antara semua pilihan-pilihan itu, tetap ada pilihan yang (seperti gue udah bilang) paling optimal, efektif, efisien, dan sbagainya :)

    @nikenike : hahahah saya juga nggak mampu menjelaskan tentang qada dan qadar itu sendiri secara rinci karena sudah lama sekali nggak mengangkat sesuatu dari sisi yang Islami (takut salah dalam berpendapat, karena ilmunya masih kurang hehe). Terimakasih sudah mengingatkan tentang hidup! ngomong2 gambarnya di blognya nikenike bagus-bagus ya hehe :D

    – D! –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s