Satu lagi pelajaran tentang Hubungan Romantis

Kemarin saya terlibat pembicaraan cukup seru dengan beberapa orang tentang (lagi-lagi) hubungan romantis. Satu hal lagi yang saya pelajari dari sebuah hubungan romantis adalah bahwa :

Dalam sebuah hubungan, kedua belah pihak tidak harus memiliki hobi yang sama, kesukaan yang sama, ataupun passion yang sama terhadap suatu hal. Hal yang paling penting justru bagaimana kedua belah pihak saling menyesuaikan irama satu sama lain, di antara semua kesibukan, semua aktivitas, semua kesukaan dan hobi yang berbeda tersebut. Sehingga, tidak ada pihak yang merasa tertinggal. Jadi, pada dasarnya, kita nggak perlu tuh berusaha (terlihat) menyukai apa yang pasangan kita suka kalau memang menurut kita nggak keren atau nggak bisa kita nikmati.

basically, here goes the same old preposition,

JUST BE YOURSELF.


Yah, sedikit meminjam istilah dari Smita Prathita, and for you: the one that I belong with, the one I haven’t met.

Semoga kita sama-sama tangguh ya dalam saling menyesuaikan irama masing-masing, sehingga tidak ada pihak yang merasa tertinggal, apalagi ditinggalkan.

;)

– D! –


One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s