I am from..(Saya adalah dari..)

sebelumnya, mari saya jelaskan dahulu bahwa tulisan di bawah ini merupakan tugas saya untuk mata kuliah psikologi konseling. Berikut instruksi tugasnya :

Tujuan dari latihan ini adalah agar anda dapat melakukan self-disclosure sambil mengembangkan kreativitas emosi anda.
Ceritakanlah keadaan diri/ penghayatan anda sendiri dengan memakai kata-kata deskriptif yang menggambarkan perasaan dan penginderaan anda (sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa) dalam hal-hal berikut:

Paragraf 1: makanan favorit
Paragraf 2: pesan yang terus-menerus anda dengar dari orang tua
Paragraf 3: tradisi/ kejadian istimewa
Paragraf 4: seseorang yang menarik/ spesial yang anda kenal
Paragraf 5: suatu tempat di mana anda merasa aman dan damai
Paragraf 6: sesuatu item/ barang spesial yang tidak pernah akan anda berikan kepada
orang lain dan yang akan anda simpan sepanjang masa
Paragraf 7: sesuatu yang terjadi setiap hari
Paragraf 8: pemandangan yang selalu anda lihat setiap dalam perjalanan anda ke kampus/
tempat kerja
Paragraf 9: suatu tempat yang ingin anda datangi kembali (misalnya tempat berlibur, mal,
negara lain,dll)
Paragraf 10: sisi positif diri anda
Paragraf 11: sisi negatif diri anda
Paragraf 12: yang anda inginkan dalam hidup

Contoh paragraf 1 dalam bahasa Inggris:

I am from the sweet aroma of cranberry sauce that sits beside soft mashed
potatoes with tender seasoned turkey, and steaming stir-fried vegetables, drizzled
in warm gravy

Saya adalah dari harumnya fish and chips yang membuat perutkeruyukan.
Tekstur ikan halibut yang lembut warnanya yang putih membuat air liur
bercucuran. Ketang goreng yang crispy tetapi digigit lembut di dalam, membuat
pikiran melayang-layang untuk segera menikmatinya.

Contoh paragraf 9:

Saya adalah dari birunya langit yan disinari matahari lembut dan tiupan angin segar di pagi hari di Banff – suatu kota kecil yang sangat cantik di dalam lembah di antara bukit-bukit hijau. Jalanannya yang bersih dengan pot-pot bunga warna-warni menyentuh hati, memberikan rasa kedamaian dan ketentraman yang mendalam di hati.
———————————————————————————————————————————————–

Ini hasilnya :

Saya adalah dari lembutnya kue tiramisu yang dibuat oleh patissier dengan komposisi adonan yang seksama sehingga bentuknya yang unik pasti akan menggoda siapapun untuk mencicipinya. Paduan coklat yang manis dengan krimnya yang lembut akan membuat lidah siapapun bergoyang saat akhirnya memutuskan untuk mencicipinya. Saat mencicipi pun perlahan akan ditemukan rasa baru, pahitnya taburan bubuk kopi dan segarnya campuran susu yang menambah rasa baru dalam kue tersebut, menghadirkan kombinasi yang tepat untuk dikonsumsi.

Saya adalah dari kemandirian yang ada untuk tidak bergantung kepada orang lain dalam hal apapun. Rasa aman ketika dapat melakukan sesuatu tanpa harus tergantung atas kehadiran orang lain tersebut pada titik-titik tertentu member kepercayaan diri dan ketenangan. Melangkah kemana saja terasa mantap, namun tentu saja tidak dibiarkan terbawa dengan rasa takabur. Perasaan ringan tanpa harus membebani orang lain selama masih bisa dikerjakan sendiri.

Saya adalah dari membuncahnya smangat dan rasa ingin tahu saat menerima kado di hari ulang tahun kita. Melihat bentuk-bentuk yang tersamar dalam warna-warni bungkusnya yang menyenangkan dan semakin menggemaskan untuk dibuka agar segera tahu apa isinya. Lalu tiba saatnya membuka bungkusannya. Saat tangan berhati-hati untuk membuka kertas kado tersebut, selapis demi selapis. Pada robekan pertama mulai menebak apa isinya, namun tidak dapat terburu-buru agar tidak merusak yang ada di dalamnya. Pada robekan berikutnya, kita mulai mengintip apa yang ada di baliknya. Membuat rasa ingin tahu semakin meningkat untuk segera menguak seutuhnya walau terkadang bentuk awal bungkusan dapat menipu mata kita mengenai apa yang sebenarnya ada di dalamnya.

Saya adalah dari kuatnya rasa pantang menyerah (almarhumah) ibu saya. Walaupun terkesan keras dalam bicara dan cenderung temperamental, sbetulnya pesan yang ingin coba ditunjukkan adalah benar halnya dalam menjalankan hidup. Celotehan cerewetnya mengantarkan anak-anaknya mencapai mimpi-mimpi mereka. Sikap paniknya membuat kita semua terhibur walau sempat senewen juga.

Saya adalah dari luruhnya semua rasa dan rahasia ketika bersimpuh di atas sajadah untuk  bersujud di hadapan yang maha kuasa. Ketika itulah kesunyian adalah satu-satunya cara selain doa untuk mengungkap semua emosi dan sesuatu yang tidak dapat disampaikan lewat kata lewat berbagai media. Harapan demi harapan dengan segala kerendahan hati diutarakan kepada yang maha kuasa, saat itulah rasa bebas untuk bercerita, mengeluh, tertawa, bahkan menangis saat di tempat lain hal-hal semacam ini belum tentu dengan bebas dapat dilakukan.

Saya adalah dari heningnya sebuah lembaran foto, yang didalamnya menyimpan begitu banyak cerita. Begitu banyak hal yang tidak bisa disampaikan lewat kata, atau setidak-tidaknya belum mampu untuk disampaikan. Ketika foto menyampaikan cerita dan sejumlah emosi berharga, tanpa harus terlalu banyak berkata-kata. Ketika sebuah lembaran foto tanpa sadar membuat anda kembali mengenang, kembali menguak cerita dan mengungkapkan diri anda, sekali lagi tanpa harus terlalu banyak berkata-kata. Karena sesungguhnya dalam diamnya selembar foto, tersembunyi banyak pula informasi yang terkandung di dalamnya.

Saya juga adalah dari sinar matahari yang selalu hadir di setiap pagi. Mencoba menyapa setiap manusia sambil mengantarkan secercah semangat untuk menjalani hari. Walaupun terkadang dalam keadaan tertentu sinarnya terlalu panas, namun dengan hangatnya ia mencoba untuk meraih semua makhluk, bercengkrama dengan ramah mencari celah untuk menelisip masuk hingga ke balik bayangan-bayangan gelap. Namun, ada pula saatnya sinar matahari harus beristirahat, karena lelah mengelilingi hari dan berganti peran dengan sang bulan.

Saya adalah dari cepatnya laju kereta listrik yang setiap harinya hillir mudik pada jalurnya sendiri. Setiap harinya singgah dari satu tempat ke tempat lain, walau sesungguhnya polanya telah ditentukan. Meski polanya sudah ditentukan setiap harinya, namun petualangan yang dibawa tentu selalu berbeda karena penumpang yang dibawanya berbeda-beda dengan cerita yang beragam pula. Dinamisnya kereta tersebut tidak luput dari usahanya untuk senantiasa memelihara kerendahan hati dan kesederhanaan di dalamnya, saat kereta dengan setia mengantarkan mereka yang berkepentingan mencapai tempat tujuannya, demikian pula saat kereta menyediakan tempat bagi mereka yang membutuhkan rupiah untuk mengisi perut masing-masing, saat kereta menjadi obsever yang baik dan menyajikan potret kehidupan paling actual tentang hiruk pikuk kehidupan kota.

Saya adalah dari indahnya pantai dengan semilir anginnya yang membius. Riak-riak ombak kecil yang dengan riang menyapu bibir pantai seolah-olah membujuk kita untuk bermain-main bersama terlepas dari penatnya diri atas segala kesibukan yang ada di sekitar. Berjalan di atas pasir putihnya dengan kaki telanjang tentu menenangkan dan berbeda dengan rutinitas sehari-hari berlari-lari mengejar bis kota atau duduk dibalik kemudi dan menempuh perjalanan ke tempat kerja. Cuacanya yang terik juga mengajak kita untuk menikmati hari hingga senja dan tiba saatnya untuk memperhatikan tenggelamnya matahari di cakrawala.

Saya adalah dari luasnya rasa ingin tahu dan keterbukaan diri terhadap sesuatu yang baru. Fleksibilitas dalam penerimaan sesuatu yang baru yang mengantarkan manusia ke tempat-tempat baru yang bahkan belum pernah terbayangkan oleh individu itu sendiri. Membuat jantung berdebar dan otak bergrak cepat, kritis dalam menganalisis, sekaligus takjub terhadap segala sesuatunya yang terjadi di sekitar. Mengandung sedikit rasa takut dan berdebar-debar mengingat banyak sekali hal di luar sana yang menunggu untuk disingkap.

Saya adalah dari mengganggunya rasa tidak percaya diri yang seringkali membatasi diri dalam meraih mimpi-mimpi. Kecemasan tidak beralasan dan perasaan ketidakmampuan diri yang membuat orang kemudian menyembunyikan diri dari sesuatu yang mereka sebut diri sendiri. Rasa lemah yang mngecilkan diri sendiri dan tidak berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Membuat rentang antara tempat tujuan dan dimana kita berdiri menjadi semakin jauh dan terhalangi.

Saya adalah dari tidak terdefinisikannya sebuah perasaan bahagia. Saat semuanya terasa cukup, tidak kurang tidak lebih. Saat senyum mengalir dari dalam dada, bersyukur terhadap semua yang ada, tanpa perlu merasa terlalu khawatir tentang hari esok. Rasa ringan saat memandang dan menghadapi segala sesuatu dengan ikhlas. Ketika damainya individu dapat berkata, rintangan selalu ada, oleh karena itu Tuhan ciptakan pula jalan keluarnya, tinggal bagaimana kita mencarinya untuk mencapai bahagia.

jangan pada pingsan ya

– D! –

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s