The Upside and The Downside of 2009

hemm, mungkin terlambat untuk menuliskan hal-hal semacam ini mengenai tahun 2009 berhubung sekarang sudah tanggal 5 bulan Januari 2010, tapi entah kenapa saya merasa harus menuliskan hal ini. Sebetulnya postingan ini akan jadi sangat singkat karena tidak banyak yang bisa saya tuliskan mengenai tahun 2009, entah itu karena tahun 2009 terlalu biasa-biasa saja bagi saya, atau bahkan terlalu banyak hal yang terjadi di tahun 2009 sehingga tidak bisa saya rangkum dalam satu tulisan yang enak dibaca (baca : tidak terlalu panjang dan tidak bertele-tele). Mari kita mulai saja lah.

The Upside

banyak hal-hal baik dan pelajaran-pelajaran yang bisa saya ambil di tahun ini sebetulnya, di antaranya adalah :

1. Saya sadar bahwa saya dikelilingi orang-orang yang sangat baik hati dan memperhatikan saya, terutama keluarga dan teman-teman saya, dimana mereka selalu mengajarkan saya untuk menghargai diri sendiri dan menyayangi diri sendiri terlebih dahulu, sebelum menyayangi orang lain.

2. Saya belajar bahwa keberanian itu tidak datang dari keberhasilan yang terus menerus, namun datang dari kemauan untuk terus mencoba, walau tahu bahwa kemungkinan berhasil sangatlah tipis, dan keberanian datang dari kemauan untuk terus mencoba, walaupun percobaan sebelumnya gagal.

3. Saya belajar bahwa ayah saya bukanlah superhero yang bisa melakukan semua hal dan bisa menyediakan semua hal seperti yang selama ini saya pikir, dimana beliau adalah manusia biasa, dan saya tidak bisa terus menerus mengandalkan dan merepotkan ayah saya dalam segala hal. Beliau juga memiliki keterbatasannya sendiri. Belajar untuk tetap menghormati dan menyayangi seorang ayah atas usahanya selama ini menjaga ketiga anak perempuannya, walaupun dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada, adalah tugas selanjutnya bagi saya.

4. Saya bertemu begitu banyak orang-orang hebat, yang membuat saya sadar bahwa masih ada begitu banyak hal yang perlu saya pelajari di dunia ini. Saya juga belajar pentingnya senantiasa berpikiran terbuka dan mengkritisi setiap informasi yang kita terima, juga senantiasa mau mempelajari hal baru.

5. Saya belajar untuk lebih menghargai uang dan menyadari betapa sulitnya mengumpulkan uang sendiri. Untuk itu, saya menyatakan keberhasilan saya sendiri membuka rekening tabungan berjangka, yang mengharuskan saya tertib menabung setiap bulannya dalam jangka waktu tertentu.

6. Saya belajar sedikit demi sedikit untuk membuat prioritas

7. Saya belajar pentingnya menjaga silahturahmi dengan keluarga besar, serta mengikuti setiap ritual yang ada, walau kalau dilihat dengan sekilas, ritual keluarga dan acara-acara dalam tradisi jawa itu sangatlah ribet dan memakan waktu serta tenaga.

8. Saya belajar bahwa ikhlas itu sulit, namun harus dijalankan, perlahan-lahan.

9. Saya belajar bahwa ada begitu banyak laki-laki yang pintar, memiliki selera humor yang saya sukai, berpengetahuan luas, rendah hati, dan luar biasa menarik di luar sana hahahahaha! (ini bagian paling menyenangkan di tahun ini, sejujurnya). Saya bahkan merasakan ‘drrrt drrrt’ itu lagi di tahun ini, walaupun tidak terjadi apa-apa juga sesudahnya :)

10. Saya betul-betul disadarkan bahwa hidup itu berat dan keras. Sejak ini saya tahu bahwa saya harus membuat usaha saya 2 kali lebih keras dibandingkan sebelumnya.


The Downside

Masih ada beberapa hal-hal yang membuat saya lebih banyak berpikir di tahun 2009, di antaranya adalah :

1. Target-target yang gagal dicapai, seperti lulus 3,5 tahun, yang akhirnya terbengkalai akibat tidak bisa fokus terhadap tujuan semula. Kemudian juga menyangkut IPK yang menurun drastis.

2. Penyesalan-penyesalan karena tidak mencoba meraih beberapa hal yang menyangkut prestasi, seperti tidak mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa berprestasi, padahal sudah jelas-jelas ditawarin. Alasannya, males ngurusin CV-nya, ribet. tolol memang.

3. Ketidakmampuan mengatur finansial dan melakukan pekerjaan administratif dengan baik

4. Kebanyakan omdo di tahun ini

5. Kurang ibadah dan kurang beramal

6. Nyaris kehilangan keyakinan atas Tuhan, kerjanya hanya mengeluh dan merasa hidup ini tidak adil. Semua bermula dari rasa iri yang berkepanjangan terhadap lingkungan sekitar.

Selebihnya biasa-biasa saja.

Kesimpulan dari tahun 2009 adalah saya terlalu banyak bicara, terlalu sering mengeluh, namun sedikit sekali melakukan perubahan terhadap keadaan untuk mencapai hal-hal yang saya inginkan. Saya tidak membuat resolusi untuk tahun 2010, saya lebih senang menjalankannya begitu saja berhubung saya tidak pintar dalam membuat resolusi yang  fisibilitasnya mampu dipertanggungjawabkan, terutama pada diri sendiri. Tahun 2010 saya sambut dengan datar cenderung sedikit takut, bahkan.

Tapi saya punya sedikit doa untuk menyambut tahun 2010. Saya berdoa agar menjadi versi diri saya yang lebih baik lagi di tahun 2010. Ini mencakup hal-hal seperti, tidak berhenti berusaha bahkan saat situasi sedang buruk-buruknya dan mencakup pula kemauan untuk terus berusaha dan yakin akan apa yang saya lakukan walaupun keadaan seperti tidak berpihak kepada saya.

Kalau saya boleh meminta satu hal di tahun 2010 ini pada Tuhan, maka saya akan meminta keyakinan yang lebih besar daripada apapun. Keyakinan untuk percaya, bahwa mimpi saya masih ada, dan masih bisa saya gapai, entah bagaimana caranya. Keyakinan bahwa Tuhan menjaga kita semua, dan bahwaTuhan tahu yang terbaik untuk kita.

Saya ingin belajar lebih banyak soal rasa yakin akan mimpi, ikhlas dan perasaan syukur di tahun 2010

Well,

SELAMAT TAHUN BARU 2010 :)

– D! –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s