Sementara saya di sini

Lucu ya,

Saya saat ini sedang tidur-tiduran sambil bolak balik mengganti profile picture twitter sambil menengok berulang kali profile facebook orang lain, membaca-baca postingan blog orang lain, chatting dengan teman, sambil memikirkan besok apa-apa saja yang harus saya lakukan.

Lalu sejenak saya terpikir,

Sementara saya sedang tidur-tiduran di sini,

Mungkin di luar sana sedang terjadi perang antar suku, mungkin ada sekelompok ilmuwan yang sedang merumuskan formula obat anti kanker, mungkin ada seorang model yang sedang memuntahkan kembali makanannya ke kloset, mungkin ada seorang calon bintang film yang sedang tidur dengan produsernya demi mendapatkan peran, mungkin ada orang yang sedang melakukan uji coba mesin pesawat ulang alik milik negara, mungkin ada sekelompok perampok yang mencoba membobol kode rahasia pengamanan bank, mungkin ada seorang dokter yang mencoba menyelamatkan korban kecelakaan mobil, sekelompok orang yang mencoba mengembalikan paus yang terdampar ke lautan lepas, ada sekelompok orang yang berkampanye anti penggunaan bulu binatang, sekelompok orang yang berdemonstrasi menuntut perbaikan nasib, seorang milyarder sedang berada dalam perjalanan bisnis dengan menggunakan jet pribadinya, seorang istri sedang berselingkuh dengan rekan kerja suaminya, seorang pengacara yang sedang membela kliennya di persidangan, seorang musisi sedang membuat maha karya, seorang kritikus film sedang menulis, seorang raja sedang menjamu tamunya, seorang pria bertemu kekasihnya, dan sebagainya.

Mungkin di luar sana, entah di bagian mana dari dunia, arah mata angin mana, sudut derajat lintang mana, ada orang-orang yang sedang melakukan sesuatu yang hebat, sesuatu yang keren, sesuatu yang menggemparkan dunia.

Sementara saya sedang tidur-tiduran di sini,

Mungkin di luar sana ada sekelompok orang yang berlindung di balik lempengan seng di pasar tradisional, mungkin ada seorang ibu yang berusaha menenangkan anak-anaknya yang merengek kelaparan, mungkin ada seorang wanita tua sedang menyapu jalanan di sebuah universitas dengan upah Rp.2000,00/jam, mungkin ada seorang kuli bangunan yang baru pulang disambut dengan penuh harap oleh anak-anaknya, mungkin ada seorang tunawisma yang sedang mencari kardus sebagai alas tidurnya, atau penjaja makanan ringan yang masih menjajakan dagangannya di pom bensin di setiap sudut ibukota, mungkin ada seorang narapidana wanita yang harus menjalani masa kehamilannya di penjara dengan sistem sanitasi yang jauh dari memadai, mungkin ada beberapa wanita bertubuh molek sedang meliuk-liuk di tiang dalam hingar bingar klub striptease di bilangan utara ibukota demi menafkahi dirinya, seorang istri yang menghubungi ponsel suaminya dan mendapati suara yang mengangkat adalah suara wanita, mungkin ada seorang anak sedang menunggui orangtuanya di sebuah bangsal rumah sakit, mungkin sekelompok tahanan sipil yang menahan nyeri akibat luka senjata perang dalam sel-sel yang gelap dan bau, sekelompok orang yang sedang menyelamatkan barang-barangnya dari banjir, mungkin ada seorang pemulung yang baru saja menerima upah atas usahanya berkeliling kota seharian, dua orang anak kecil sedang berebut roti isi coklat, seorang fotografer keliling sedang membersihkan peralatannya untuk kembali bekerja esok hari, seorang pengamen sedang menyanyikan sebuah lagu lama, dan sebagainya.

Mungkin di luar sana, entah di bagian mana dari dunia, arah mata angin mana, sudut derajat lintang mana, yang mungkin ternyata lebih dekat dengan kita dari yang kita duga selama ini, ada orang-orang yang sedang melakukan sesuatu yang hebat, sesuatu yang keren, sesuatu yang mereka butuhkan untuk terus bertahan hidup. Sesuatu yang mereka lakukan, tanpa peduli apakah hal tersebut akan menggemparkan dunia atau tidak. Sesuatu untuk mengisi perut mereka, perut keluarganya. Sesuatu untuk menghangatkan tubuh mereka, tubuh keluarganya.

Sementara saya tidur-tiduran di sini.

Dikelilingi ayah dan adik-adik yang sedang menonton televisi, layar laptop yang terbuka di depan saya, menampilkan barisan huruf-huruf kecil yang bermunculan satu persatu, jemari yang bergerak di atas keyboard, buku Pramoedya Ananta Toer di samping saya, segelas susu Cimory di atas meja.

Hangat, dan kenyang.

Seraya berucap syukur di dalam hati.

Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin.

All Praises to God, Lord/Cherisher/Owner/Sustainer of the Universe.

– D! –

3 comments

  1. ddupsdee

    wah, dhe. nice post :D
    kadang gue juga suka berpikir seperti ini. sementara saya leyah-leyeh dirumah, di luar sana pasti ada orang yang sedang melakukan sesuatu yang besar. sesuatu yang hebat. atau malah sesuatu yang buruk yang bisa menimbulkan efek merugikan bagi banyak orang.
    dan semua itu mereka lakukan disaat gue sedang buka facebook, baca komik, atau nonton dvd.
    wow. :D

  2. andrea kusuma

    wah, dhe. nice post :D
    kadang gue juga suka berpikir seperti itu.
    sementara saya disini sedang leyah-leyeh, bagaimana dgn orang diluar sana?
    mungkin mereka ada yang sedang melakukan sesuatu yg hebat, sesuatu besar, atau mungkin sesuatu yg buruk yg kemudian menimbulkan kerugian bagi banyak orang.
    dan semua itu mereka lakukan pada saat saya sedang membuka facebook, membaca komik, atau menonton dvd.
    wow. :D

  3. atrix

    yup bersyukur dengan kondisi negara yang masih relatif aman, kmrn liat berita cnn ttg nigeria (nomer 2 penghasil oil terbesar dunia) kaya tp otoriter, rakyat melarat, kita jauh lebih baik :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s