Dalam Setengah Tahun Belakangan,

Saya belajar bahwa sekecil apapun pekerjaan dan tanggung jawab yang dititipkan, selayaknya diemban sepenuh hati. Karena, walau terkadang nominal uang yang diterima tidak selalu cukup untuk membayar peluh, akan selalu ada pengalaman, pertemuan, juga pelajaran baru dalam setiap asa yang ditawarkannya.

Saya belajar bahwa berkeluh kesah dan bersikap iri akan membuat segalanya tampak begitu kompleks. Di mana beban sederhana cenderung menjelma sepuluh kali lipat dari adanya. Dan sesungguhnya bersyukur memperbaiki semua, juga satu-satunya cara untuk mencapai bahagia.

Saya belajar bahwa diam tidak selalu berarti setuju atau tidak tahu. Diam juga tidak selalu jadi tanda malu. Bukan pula sedang termangu, apalagi merasa sembilu. Juga paham bahwa diam terkadang merupakan pilihan yang paling bijak untuk diambil dari semua pilihan jawaban yang ada. Bahwa diam terkadang wujud yang paling mengerti arti.

Saya belajar bahwa cinta seharusnya berlandaskan kepada kasih. Hingga hati yang berbeda tak perlu lagi merana. Dan sesuatu yang begitu indah tidak perlu menjadi sangat menyiksa.

Saya belajar bahwa agama mengandung begitu banyak arti. Begitu personal hingga tak pantas dipertentangkan.

Saya belajar bahwa hidup tidak untuk dimengerti, karena kita manusia tidak akan pernah sanggup memahami. Bahwa adil maupun tidak adilnya hidup merupakan suatu kontinum gamang lagi semu, yang bukan menjadi tugas kita untuk menghakimi.

– D! –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s