On Forgiveness

Is it harder to ask or to give one?

– D! –

8 comments

  1. dea

    for me, it’s harder to give one dhe.
    karena bagi gue, memberi maaf berarti melupakan. melepaskan dan bergerak maju.
    and for some cases, it’s not that easy :)

  2. Shanti

    kemaren gw baca ini, trus pas lagi ngelamun2 di jalan jadi kepikiran.

    hmm.. antara keduanya ga ada yang susaaaaaaah bgt buat gw, tapi kalo harus dipilih ya gw rasa kalo buat gw sih memaafkan itu lebih susah.. kadang gw pikir gw udah maafin, tapi ternyata masih ada ‘sisa’nya.

  3. dheasekararum

    @Puty : memang Put, biasanya kalau gatau mau kasih judul apa jadi pasang template seperti tumblr Ramda. Sebut saja, belajar dari ahlinya :)

    @Dea, Teh Cune : sebetulnya aku juga setuju bahwa memaafkan dengan tulus rasanya sangat sulit, bahkan aku sendiri sampai sekarang masih ga ngerti yang disebut sudah memaafkan itu seperti apa. Tapi, terkadang minta maaf dengan tulus (dalam arti sadar sepenuhnya bahwa kita sudah menyakiti atau membuat orang lain kecewa makanya kita minta maaf) itu juga sulit, yang sering ada kita minta maaf demi sekedar membebaskan diri kita dari beban ‘tanggung jawab’ tanpa peduli apakah orang tersebut masih sakit hati atau tidak. Atau bahkan, sekedar formalitas aja.

    @Saski : kamu anak supresi, bukan represi. Eh bukan, kamu anak seksi yang ternyata punya banyak mantan tanpa sadar *OOT, minta ditimpuk sushinaga*

    – D! –

  4. Shanti

    hmm.. kalo “tanpa peduli apakah orang tersebut masih sakit hati atau tidak” itu sih urusan lain ya menurut gw. tanggung jawab kita kalo bikin salah yaa minta maaf, dia maafin atau engga, sakit hati atau engga, itu urusan dia. menurut gw sih gitu.. kita bertanggung jawab atas aksi kita, bukan atas reaksi orang lain. gitu sih kalo menurut gw.. soalnya bisa pusing lho kalo terus2an mikirin apakah org itu udah maafin kita atau belum, masih sakit hati apa engga, padahal kita udah dengan tulus menyadari kesalahan kita, minta maaf, dan ga ngulangin.

    • dheasekararum

      hemm betul juga ya kalimat Teh Cune bahwa kita ga bertanggung jawab atas reaksi orang lain, sebetulnya maksud aku tuh hemm gimana ya, kalau minta maafnya ga tulus gitu, demi melegakan hati aja, tapi sebetulnya tidak merasa bersalah. Kadang-kadang muncul hal-hal seperti itu deh, itu kalau aku sih hehehe

      – D! –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s