Soal Agama dan Bertanya

Akhir-akhir ini saya merasa soal agama (atau tidak beragama) menjadi sesuatu yang sedang sangat ramai dibicarakan di ranah social media, mungkin juga terfasilitasi oleh media 140 karakter yang memudahkan kita untuk menuliskan apa saja.

Tidak ada keberatan bagi saya orang mau mengimani apa saja. Saya juga bukan orang paling religius di dunia. Hanya saja terkadang saya merasa beberapa orang bicara begitu terbuka dan memamerkan apa yang di-imani-nya, tanpa sebelumnya mencari tahu soalnya, lebih buruk, tanpa ada keinginan untuk mencari tahu soalnya. Saya tahu banyak orang betul-betul paham mengenai pilihan mereka sehingga merasa yakin tentang apa yang dielu-elukannya, mengenai yang demikian saya tidak tidak menyoal. Namun ada orang-orang yang ketika saya ajak berdiskusi mengenai pilihannya pun, tampaknya tidak memiliki dasar apa-apa, sekedar bermodal pandai bicara, namun tidak begitu tahu apa yang dibicarakannya. Yah, tidak bisa dipungkiri, preferensi pribadinya.

Mungkin karena selama beberapa tahun terakhir ini saya dilatih  untuk selalu memiliki argumen dan alasan mengenai kesimpulan yang saya ambil, sehingga saya selalu mencari itu dari setiap orang yang saya ajak bicara. Sehingga saya seringkali lelah melihat mereka yang tampaknya malas untuk bertanya kepada diri mereka sendiri, ‘kenapa’. Sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk menempatkan diri dalam satu titik ekstrem dan titik ekstrem lainnya tanpa tahu sebetulnya sedang apa mereka.

Apa sih sulitnya bertanya?

Toh pertanyaan itu dilayangkan pada dirinya.

Sebelum kemudian berani bicara.

– D! –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s